Di Sini Bikin Rumah Baru Wajib Punya Charging Station Buat Kendaraan Listrik!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 10:49 WIB
Ilustrasi mobil listrik
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tramino
Jakarta -

Warga Inggris yang akan membangun rumah baru wajib memiliki tempat pengisian atau charging station untuk isi ulang daya kendaraan listrik.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengungkapkan untuk rumah baru dan bangunan baru harus punya titik pengisian kendaraan listrik.

"Kami mengatur untuk mewajibkan rumah dan bangunan baru punya charging station pengisian kendaraan listrik dan ada 145 ribu titik pengisian yang sudah dipasang dengan peraturan ini," kata dia dikutip dari CNBC, Selasa (23/11/2021).

Selain itu, pemerintah Inggris juga akan mewajibkan perkantoran dan supermarket untuk memasang titik pengisian EV mulai tahun depan. Kemudian aturan ini juga akan berlaku untuk bangunan yang sedang direnovasi besar-besaran.

Peraturan ini bertujuan untuk memperluas titik pengisian. Agar sejalan dengan target pemerintah Inggris yang ingin menghentikan penjualan mobil baru bertenaga diesel dan bensin pada 2030.

Selain itu pada 2035 Inggris juga menargetkan semua mobil dan van baru nol emisi.

Pemerintah Inggris menyebut, dengan banyaknya tempat pengisian daya menjadi sangat penting. Karena banyak masyarakat yang khawatir kehabisan baterai ketika berkendara.

Kepala Kebijakan Friends of the Earth, Mike Childs mengungkapkan jika rumah dan bangunan baru memang harus dirancang untuk membantu memerangi krisis iklim.

Termasuk titik pengisian daya, karena kendaraan listrik punya peran penting untuk membangun masa depan tanpa karbon.

"Para menteri juga harus memberikan insentif keuangan agar orang mau beralih ke kendaraan yang lebih bersih," jelas dia.

Kemudian Childs menambahkan, jika perumahan baru juga harus menyediakan tempat parkir sepeda yang aman dan akses jalur sepeda yang nyaman.

"Lalu transportasi umum berkualitas tinggi untuk memberikan alternatif nyaman untuk masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi," jelasnya.



Simak Video "Dilema Mobil Listrik: Ramah Lingkungan, Tapi Jutaan Pekerjaan Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)