Cerita 'Warung Kopi' Kebanjiran Order Berkat Penyesuaian Tarif Ojol

Elsa Azzahra - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 14:40 WIB
Ilustrasi GoFood
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Penerapan tarif baru yang diberlakukan Gojek untuk layanan GoFood jarak dekat (0 sampai 2 kilometer) mendapatkan respon positif dari merchant GoFood, pasalnya jumlah ojol yang datang mengambil pesanan ke merchant mengalami peningkatan sejak tarif itu berlaku.

Salah salah merchant yang merasakan dampak positif pemberlakuan tarif baru tersebut adalah Cold 'n Brew, kedai kopi yang beroperasi di Kota Solo, Jawa Tengah.

Ardy, Chief Operating OfficerCold 'n Brew menyebut jumlah pemesanan via GoFood meningkat menjadi 40 - 45 persen dari total pesanan reguler.

"Setelah adanya penurunan tarif untuk pemesanan jarak dekat satu minggu ini, meningkatkan sekali jumlah orderan yang masuk dari customer reguler kita, yang biasanya dari omzet hanya sekitar 30 persen, sekarang bisa 40 - 45 persen," kata Ardy, Senin (22/11/2021).

Kebijakan penurunan tarif jarak dekat, menurut dia, juga membantu merchant untuk menjangkau konsumen terdekat lebih banyak lagi.

"Kalau dilihat dari traffic-nya, untuk saat ini karena ada penurunan tarif jarak dekat, konsumen di sekitar merchant yang belum coba Cold 'n Brew akhirnya memilih untuk membeli lewat aplikasi GoFood," katanya.

Selain itu, penurunan tarif tersebut juga membantu meningkatkan orderan mitra Gojek di sekitar outlet yang baru saja mereka buka. Saat ini Cold 'n Brew memiliki empat outlet, yakni di Veteran, Wahidin, Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS), dan yang terbaru di Fajar Indah.

"Saat ini kami baru saja membuka cabang, biasanya konsumen akan memesan makanan dan minuman di merchant terdekat. Dengan tarif yang lebih murah, pemesanan di outlet baru juga bisa meningkat," tambah Ardy.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Terkait aksi protes yang dilakukan para mitra driver di Solo, Mulawarman, Head of Regional Corporate Affairs Gojek Central & West Java menyebut Gojek selalu terbuka terhadap tiap aspirasi dari mitra. "Saat ini, kami telah memiliki wadah seperti kopdar dan berbagai platform komunikasi lainnya untuk para mitra dan komunitas driver menyampaikan aspirasi," ujar dia.

Mengenai penyesuaian ongkir, Mulawarman menjelaskan hal ini hanya diterapkan pada ongkir jarak dekat hingga 2 km saja, sedangkan ongkir dalam jarak di atas 2 kilometer (km) tetap sama.

Hal ini dilakukan salah satunya untuk meningkatkan potensi pendapatan mitra yang memungkinkan adanya waktu penyelesaian order yang lebih singkat dengan jarak yang lebih dekat. Sehingga, mitra driver bisa lebih banyak mendapatkan order.

"Ditambah lagi, kami juga menyediakan skema apresiasi tambahan kepada mitra driver yang besarannya disesuaikan di masing-masing daerah. Hal ini sejalan dengan fokus kami untuk memaksimalkan peluang pendapatan mitra driver," imbuh Mulawarman.

Berdasarkan hasil uji coba pemberlakuan penyesuaian ongkir di kota-kota lain, lanjut Mulawarman, terdapat peningkatan jumlah order jarak dekat yang berdampak positif pada pendapatan bagi mitra driver kami, dibandingkan periode sebelum penyesuaian ongkir ini diberlakukan.

"Selain itu, saat ini, layanan GoFood juga telah memulai fase pertama pemberlakuan biaya waktu tunggu (wait time fee) dan segera memberlakukan biaya parkir (parking fee) secara bertahap. Upaya ini diharapkan dapat semakin mendukung pendapatan mitra driver secara organik," tuturnya.

(dna/dna)