3 Fakta Sri Mulyani Beberkan Dampak Inflasi Global ke RI

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 21:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Sri Mulyani membahas kondisi ekonomi di tahun 2020.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Negara-negara maju tengah mengalami inflasi yang cukup besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun mengungkap berbagai dampak inflasi global yang harus diwaspadai Indonesia.

Berikut fakta-faktanya:

1. Naiknya Suku Bunga

Sri Mulyani mengungkap negara maju yang kini tengah mengalami inflasi besar-besaran, akan berdampak pada perlambatan ekonomi mereka. Sebab negara maju tersebut dihadapkan pilihan untuk mengerem inflasi, tentu ekonomi akan terganggu. Hal itu diprediksi bisa berdampak pada kenaikan suku bunga karena ada perubahan kebijakan moneter.

"Mengerem ekonomi melalui kebijakan terutama kebijakan moneter yang akan berujung ke kenaikan suku bunga. Ini yang harus diwaspadai karena ini dampaknya ke seluruh dunia," kata Sri Mulyani dalam Live Kongres AAIPI Tahun 2021 secara virtual, Selasa (23/11/2021).

2. Dampak ke Capital Flow dan Nilai Tukar

Tidak hanya itu, tantangan selanjutnya adalah dampak proses pemulihan ekonomi negara-negara maju yang tengah mengalami inflasi. Menurut Sri Mulyani dalam rencana pemulihan ekonomi tidak mungkin bebas dari risiko.

"Pemulihan yang cepat terutama pada sisi demand yang tidak diikuti sisi supply akan menghadapi kenaikan harga-harga, ini yang terjadi di AS. Pemulihan yang cepat tidak disertai sisi perbaikan pada sisi supply-nya karena ternyata produksi maupun distribusi masih terkendala karena masih merebaknya kondisi COVID-19. Ini menimbulkan kenaikan dari sisi harga," jelasnya.

Menurutnya, kondisi itu juga harus diwaspadai Indonesia karena inflasi membuat negara-negara maju melakukan pengetatan moneter. Hal itu akan berdampak pada capital flow dan tekanan pada nilai tukar.

3. Inflasi RI Rendah

Sri Mulyani mengungkap inflasi di Indonesia dalam situasi rendah dibandingkan negara-negara maju. Namun, ia mengingatkan ini harus diperhatikan dan perlu hati-hati.

Dalam paparannya, inflasi Indonesia 1,7% dibandingkan AS yang di atas 6%, Meksiko di atas 6%, lalu Afrika Selatan di atas 6%, dan Argentina 50%, kemudian Turki inflasinya berada di titik 19%.

"Tidak untuk menyampaikan bahwa kita akan lebih baik. Lebih menggambarkan kewaspadaan yang harus tetap ditumbuhkan dalam kita di situasi relatif baik dari sisi COVID-19 dan dari sisi inflasi. Ini menggambarkan bukan situasi yang mudah," imbuhnya.

Lihat juga Video: Sri Mulyani Minta Waspadai Inflasi AS

[Gambas:Video 20detik]




(ara/ara)