Sri Mulyani Ungkap 3 Tulang Punggung Pemulihan Ekonomi, Ini Rinciannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 12:49 WIB
Sri Mulyani Indrawati merupakan Menteri Keuangan Kabinet Kerja. Sebelumnya wanita kelahiran Lampung 26 Agustus 1962 itu juga menjabat menteri keuangan Kabinet Indonesia Bersatu.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada tiga sektor yang akan menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi tahun 2022. Ketiga sektor itu merupakan ketahanan pangan, pariwisata, dan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

"Ini menjadi tiga area yang sangat penting, baik sebagai backbone atau tulang punggung bagi pemulihan ekonomi seperti TIK, ketahanan pangan, dan juga untuk membuka kesempatan kerja di bidang pariwisata," kata Sri Mulyani dalam Live Kongres AAIPI Tahun 2021 secara virtual, Selasa (23/11/2021).

Pertama, ketahanan pangan akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 92,2 triliun yang akan digunakan untuk peningkatan keterjangkauan dan kecukupan pangan, peningkatan produktivitas dan pendapatan petani dan nelayan, serta pengembangan kawasan sentra produksi pangan (Food Estate).

Kedua, sektor pariwisata akan mendapatkan anggaran Rp 10,2 triliun untuk mempercepat pembangunan lima destinasi pariwisata superprioritas yaitu, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Kemudian untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dan untuk pemulihan pasar pariwisata serta rebranding.

Ketiga, bidang TIK akan mendapatkan Rp 25,4 triliun untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur TIK, mendorong transformasi digital pada sektor ekonomi dan pemerintahan, lalu untuk pembangunan pusat data nasional dan implementasi SPBE.

Meski tiga sektor itu disebut menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi, sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan infrastruktur tetap akan mendapatkan anggaran yang lebih besar.

Sektor pendidikan akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 542,8 triliun, kemudian sektor kesehatan akan mendapatkan Rp 255,4 triliun. Lalu perlindungan sosial akan mendapatkan Rp 431,5 triliun, dan infrastruktur mendapat Rp 365,8 triliun.

(ara/ara)