Jokowi Kesal Bukan Main, Dana Pemprov 'Nganggur' di Bank Tembus Rp 226 T

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 10:25 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyampaikan kekecewaannya di depan para gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia. Hal itu dikarenakan anggaran lebih pilih ditimbun di bank ketimbang dibelanjakan.

Jokowi mengungkapkan dana pemerintah provinsi (pemprov) terbaru yang mengendap di bank senilai Rp 226 triliun. Jumlah itu bukannya berkurang, justru terus meningkat dari bulan-bulan sebelumnya.

"Saya harus ngomong apa adanya para gubernur, bupati dan wali kota, tadi pagi saya cek ke menteri keuangan masih ada berapa uang yang ada di bank. Ini sudah akhir November, tinggal sebulan lagi tidak turun justru naik. Saya dulu peringatkan di Oktober seingat saya Rp 170 (triliun), ini justru naik menjadi Rp 226 triliun," katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu (24/11/2021).

Hal itu dikatakan Jokowi saat pihaknya menjelaskan bahwa investasi merupakan jangkar pemulihan ekonomi. Sebelum sampai ke situ, seharusnya uang yang ada dihabiskan terlebih dahulu.

"Ini perlu saya ingatkan, uang kita sendiri aja tidak digunakan kok ngejar-ngejar orang lain untuk uangnya masuk, logikanya nggak kena. (Harusnya) uang kita sendiri dihabiskan, realisasikan segera habis, waduh udah nggak ada APBD, APBN udah nggak ada, baru mencari investor untuk uang datang, logika ekonominya seperti itu," jelasnya.

"Ini masih Rp 226 triliun, triliun lho, gede sekali ini. Kalau di miliar kan Rp 226.000 miliar, gede sekali ini," tambahnya.

Lanjut ke halaman berikutnya.