Mau Ekspor Kuat dan Ekonomi Pulih? Begini Jurus Ampuhnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 17:02 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah memproyeksi kegiatan ekspor akan terus naik hingga akhir 2021. Karena itu dibutuhkan strategi dan kebijakan untuk mendorong penguatan ekspor dan pemulihan ekonomi nasional dan global.

Apalagi dampak pandemi COVID-19 membuat banyak sektor tertekan dan masyarakat terdampak. Direktur Pelaksana III Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Agus Windiarto menjelaskan untuk memulihkan dampak pandemi pemerintah fokus pada lima aspek yaitu kesehatan, social protection, program prioritas, dukungan pada pelaku usaha, dan pemberian insentif bisnis.

"Indonesia Eximbank terlibat dalam beberapa program Pemerintah seperti Penjaminan Korporasi Pemerintah (JAMINAH), Program Investasi Pemerintah, dan Pembiayaan pada sektor strategis yang terdampak COVID-19. Selain itu LPEI juga menerima penugasan khusus pemerintah untuk pengembangan sektor pariwisata, penugasan khusus kawasan, UKM, trade finance, dan alat transportasi," jelas Agus, Rabu (24/11/2021).

Dalam kesempatan yang sama, CEO Turk Eximbank, Ali Guney menyampaikan, pelajaran penting yang dapat dipetik dari pandemi adalah pentingnya memperhatikan aspek sustainability, green finance. "Produk inovatif yang dapat mendukung pelaku usaha, serta pentingnya transformasi digital," jelas dia.

Presiden China Eximbank, Wu Fulin menambahkan bahwa pertukaran informasi dan kolaborasi antar Exim Bank perlu ditingkatkan. Pendekatan bisnis perlu diarahkan ke area yang ramah lingkungan.

Para pimpinan Exim Bank se Asia telah berkumpul di acara pertemuan tahunan / annual meeting 26th Asian Exim Bank Forum (AEBF) yang digelar secara virtual dan dihadiri oleh 11 Exim Bank di kawasan Asia dan Oceania bersama dengan observer tetap yaitu Asian Development Bank.

Kali ini Türk Eximbank menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan acara annual meeting. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank turut hadir pada acara tersebut bersama Exim Bank lainnya yaitu Export Finance Australia, China Eximbank, India Eximbank, Japan Bank for International Cooperation, The Export-Import Bank of Korea, EXIM Bank of Malaysia, Philippine Guarantee Corporation, Export-Import Bank of Thailand, Türk Eximbank, Vietnam Development Bank.

Para pimpinan Exim Bank memiliki pandangan yang sama bahwa perekonomian dunia mulai menunjukkan perbaikan dan anggota AEBF perlu memperkuat kerja sama dalam menghadapi pasca pandemi. Pada pertemuan tersebut,

Forum AEBF didirikan sebagai upaya dalam menbentuk kolaborasi bagi anggota Eximbank dalam meningkatkan perdagangan dan investasi antar negara anggota, regional maupun global.

Berdirinya AEBF diawali oleh pertemuan pertama yang diselenggarakan di India yang diprakarsai oleh Bank Ekspor-Impor India (Exim India) pada tahun 1996. LPEI Indonesia bergabung menjadi anggota AEBF sejak tahun 1999.

Kegiatan AEBF terdiri dari Technical Working Group Meeting (TWGM), Training Committee, CEOs Annual Meetings, Pelatihan/Capacity Building, dan kegiatan lain yang disepakati oleh anggota AEBF.

Pada 2016 lalu, LPEI menjadi tuan rumah untuk Annual Meeting AEBF ke 22 yang diadakan di Bali. Kerja sama melalui AEBF ini membawa benefit bagi LPEI, karena dapat berkolaborasi dalam proyek bersama. Tahun ini, kami bekerja sama dengan Korea Eximbank untuk proyek pendanaan atas proyek-proyek kerja sama perdagangan dan investasi Korea dan Indonesia.

(kil/zlf)