Heboh Bandara Kualanamu Dituding Dijual, Benarkah?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 10:14 WIB
Ilustrasi Bandara Kualanamu (Khairul-detikcom)
Foto: Ilustrasi Bandara Kualanamu (Khairul-detikcom)
Jakarta -

Kemitraan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II dengan operator bandara asal India, GMR Airports Consortium untuk pengelolaan Bandara Kualanamu jadi perdebatan di media sosial. Eks sekretaris BUMN Muhammad Said Didu mengatakan bahwa kerja sama ini sama dengan menjual atau menggadaikan saham. Twit ini kemudian dibalas oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga yang membantah hal tersebut.

"Itu sama dengan menjual atau menggadaikan saham sebanya 49 %. Itu menunjukkan bhw kita sdh tdk mampu. Jelas ?" cuitnya di akun Twitter @msaid_didu.

"Bagi yg paham korporasi, jika sudah menyangkut pelepasan saham itu berarti sudah penjualan asset - bukan lagi Joint Operation.
Joint Operation adalah para pihak memasukkan modal utk mengelola fasilitas dan berbagi laba sesuai kesepakatan - tdk ada perpindahan saham.
Jelas ?" tulis cuitan lainnya Said Didu.



Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, PT AP II dan anak usahanya yakni PT Angkasa Pura Aviasi mendapatkan mitra untuk mengelola Bandara Kualanamu. Dikutip dari akun Twitternya, Jumat (26/11/2021), Arya mengatakan Angkasa Pura II menjadi pemegang saham mayoritas di Angkasa Pura Aviasi dan sisanya mitra srategis.

"Dengan Kerjasama ini, komposisi saham PT Angkasa Pura Aviasi menjadi 51% mayoritas dimiliki oleh AP2 dan Mitra Strategis GMR 49%" katanya.

Lewat kerja sama ini, pengelolaan akan dilakukan bersama selama 25 tahun. Setelah 25 tahun, aset tersebut akan dikembalikan ke Angkasa Pura II. Lanjutnya, aset tersebut tetap milik Angkasa Pura II, bukan dijual.

"Jadi aset tersebut tetap milik AP2 bukan dijual asetnya, jadi keliru kalau mengatakan terjadi penjualan Aset," katanya.

Arya menjelaskan, dengan kerja sama ini, ada sejumlah keuntungan yang didapat Angkasa Pura II. Pertama, akan mendapatkan dana Rp 1,58 triliun dari mitra. Kedua, akan ada pembangunan dan pengembangan Bandara Kualanamu sebesar Rp 56 triliun di mana tahap pertamanya Rp 3 triliun.

"Ini namanya AP tidak perlu mengeluarkan uang sebesar 58 T untuk pengembangan Kualanamu tapi ditanggung oleh partnernya," ujarnya.