Siap Jadi Tuan Rumah KTT G20, Begini Komando Luhut ke Kementerian-Lembaga

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 12:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: Lucas Aditya/detikcom
Jakarta -

Pemerintah mulai bersiap untuk menjadi tuan rumah pertemuan KTT G20 yang rencananya bakal dilakukan Oktober tahun depan. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun mulai melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Rapat dilakukan di Nusa Dua Bali, Kamis siang kemarin. Rapat ini dihadiri oleh para pejabat dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Sekretariat Negara, Kementerian PUPR, Ketua LPS, TNI dan Polri.

"Pada rapat ini kita mau memastikan kelancaran 182 kegiatan pada rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022 yang akan diselenggarakan di berbagai lokasi. Untuk itu, saya minta persiapan yang matang di berbagai aspek," kata Luhut dalam keterangannya, dikutip Jumat (26/11/2021).

Luhut meminta semua yang terlibat memasang target dan indikator keberhasilan pada gelaran KTT G20 mendatang. Sukses atau tidaknya acara yang berlangsung tergantung dari indikator dan target tersebut.

"Saya minta semua yang hadir hari ini jangan hanya omong-omong saja, semua harus pasang target. Kesuksesan mencapai target itulah ukuran suksesnya nanti," ungkap Luhut.

Luhut juga menyampaikan kepada Kemensetneg, Kominfo, Kemendag, TNI, dan Kemenkes agar langsung membuat standar layanan acara pada masing-masing bidang yang dapat diaplikasikan pada rangkaian kegiatan G20.

"Kita di sini kerja tim. Kita kerjakan dengan persiapan yang baik, maka hasilnya akan baik. Seperti saat kita selenggarakan IMF-WB Annual Meeting semua pihak memandang sebelah mata, tapi kita buktikan bahwa bangsa ini bangsa besar yang bisa menyelesaikan masalahnya," tegas Luhut.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya tengah menyiapkan panduan tertulis untuk para peserta KTT terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan, mulai dari kedatangan para peserta, selama perhelatan acara, sampai dengan saat kepulangan.

"Kami sedang berkoordinasi agar ada standar minimum pelayanan kesehatan untuk masing-masing meeting dapat terlaksana," tambah Budi.



Simak Video "Luhut: Potensi Industri Game Indonesia Capai US$ 2 miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)