Harga Kedelai Ngegas, Produsen Tempe Mulai Ketar-ketir

Arif Syaefudin - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 17:48 WIB
Produsen Tempe
Foto: Arif Syaefudin
Rembang -

Harga kedelai utamanya jenis impor, belakangan ini terus mengalami kenaikan di pasaran. Para pedagang hingga produsen tempe mulai khawatir.

Sutini, salah satu produsen tempe daun jati asal Desa Sumberjo, Rembang menyebut kenaikan harga kedelai terus terjadi selama dua tahun belakangan. Bahkan saat ini kenaikan harga sudah lebih dari 38%.

"Sudah berlangsung selama dua tahun ini. Saat ini harga kacang kedelai impor mencapai Rp 9.700 per kilogram, sebelumnya harga kedelai impor hanya Rp 7.000 per kilogramnya," terangnya, Jumat (26/11/2021).

Kondisi itu pun memaksanya untuk mengurangi takaran produksi. Untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku, namun tidak mengubah harga jual tempe produksinya sendiri.

"Untuk menyiasati agar tidak merugi kami mengurangi ukuran tempe. 1 ikat tempe daun jati isi 10 bungkus harganya masih sama yaitu Rp 4 ribu," imbuhnya.

Ia pun khawatir, jika kenaikan harga terus terjadi maka kondisi perusahaan tempe miliknya akan semakin menurun. Jika sebelumnya bisa menyiasati dengan mengurangi jumlah kedelai untuk produksi, nantinya akan seperti apa lagi.

"Pendapatan juga pastinya menurun, keuntungan yang didapatkan saat ini tidak seberapa, hanya sekedar untuk mempertahankan usaha agar tidak sampai tutup," ujarnya.

Sementara produsen tempe lainnya, Bambang Sumantri mengakui, sejak November 2021 harga kacang kedelai impor mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga kacang kedelai impor saat ini mencapai Rp 10.000 per kilogramnya.

"Kalau harga kacang kedelai impor di bawah Rp 10 ribu kami masih bisa mendapatkan keuntungan, tapi jika melebihi dari harga Rp 10 ribu per kilogramnya pedagang kecil pastinya merugi," bebernya.

Bambang menambahkan, pihaknya berharap pemerintah agar bisa secepatnya memulihkan harga kacang kedelai impor agar minat masyarakat dalam kosumsi tempe meningkat.

"Saat ini konsumsi masyarakat terhadap tempe masih tinggi, jika harga tetap tinggi maka dijamin minat masyarakat terhadap tempe akan berkurang. kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan terhadap kenaikan harga kacang kedelai import," tutupnya.

(das/das)