Buruh Mau Mogok Kerja, Pengusaha: Bisa Dianggap Pengunduran Diri

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Buruh Mau Mogok Kerja, Pengusaha: Bisa Dianggap Pengunduran Diri

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 27 Nov 2021 12:45 WIB
Foto Bisnis Buruh
Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Buruh diwacanakan akan menggelar aksi mogok kerja nasional pada 6-8 Desember, buntut dari kenaikan rata-rata UMP hanya 1,09%. Dalam aksi itu, setidaknya 2 juta buruh yang berasal dari 100 ribu pabrik akan mogok kerja nasional.

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai jika aksi mogok kerja buruh tidak sesuai dengan aturan yang berlaku maka bisa dianggap mangkir hingga pengunduran diri.

Direktur Apindo Research Institute, P. Agung Pambudhi menjelaskan, mogok kerja memang merupakan hak dari para pekerja dan diatur dalam sederet peraturan ketenagakerjaan. Namun mogok kerja nasional yang akan digelar dalam waktu dekat itu dipandang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

"Dalam UU Ketenagakerjaan, mogok yang ada adalah mogok kerja, yang merupakan akibat gagalnya dari perundingan," ucapnya dalam acara konferensi pers virtual, Kamis (25/11/2021).

Agung menjelaskan, mogok kerja yang sesuai dengan aturan adalah dilakukan terlebih dahulu perundingan dengan pengusaha. Jika perundingan itu gagal maka pekerja berhak melakukan mogok kerja.

"Dan kalau kita lihat aturan yang lebih teknis, kita lihat pada pasal 140 UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Kenagakerjaan, bahwa mogok kerja dapat dilaksanakan bila ada pemberitahuan SP atau SB secara tertulis kepada pengusaha dan dinas tenaga kerja sekurang-kurangnya 7 hari sebelumnya dan memuat alasan mogok kerja. Jika hal tersebut tidak dipenuhi maka mogok kerja tersebut menjadi tidak sah," terangnya.

Nah jika mogok kerja tersebut tidak sah, menurut Agung akan ada akibatnya. Dia menjelaskan dalam Kepmenaker Nomor 232 Tahun 2003 di pasal 6 disebutkan bahwa mogok kerja yang tidak sah akan dikualifikasikan sebagai mangkir dan bisa dianggap sebagai pengunduran diri.

"Lalu apabila pengusaha melakukan pemanggilan kepada pekerja yang melakukan mogok kerja untuk kembali bekerja sebanyak 2 kali berturut-turut dalam waktu 7 hari, maka pekerja atau buruh tersebut ketika dia tidak memenuhi pemanggilan dapat dianggap sebagai pengunduran diri. Itu norma peraturan perundang-undangan menyangkut tentang mogok kerja," tegasnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT