ADVERTISEMENT

Kemnaker Siapkan Program TKM dan Padat Karya untuk Pekerja Informal

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Sabtu, 27 Nov 2021 14:45 WIB
Kunjungan Kemnaker di Maluku
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan, Aris Wahyudi mengatakan pemerintah tengah menyiapkan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan Padat Karya. Ini sebagai upaya perlindungan kepada tenaga kerja, khususnya sektor informal di masa pandemi COVID-19.

"Tak hanya program-program yang diperuntukkan bagi pekerja formal seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU), ada juga kebijakan yang difokuskan bagi tenaga kerja informal yang terdampak pandemi COVID-19 seperti Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan Padat Karya," kata Aris dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/11/2021).

Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, dia menjelaskan berdasarkan data BPS, sebanyak 66,13% masyarakat Maluku Utara bekerja di sektor informal. Sementara sisanya atau sekitar 33,87% dari angkatan kerja sebesar 552.680 orang di tahun 2020 bekerja di sektor formal.

"Faktanya memang secara nasional dan di Maluku Utara, jumlah pekerja informal mendominasi hampir 66%. Pasti ini menjadi salah satu point penting karena para pekerja sektor informal memerlukan perhatian khusus, baik dari sisi perlindungan maupun kesejahteraan," terangnya.

Terkait perlindungan terhadap tenaga kerja informal, Aris menilai Self Defence Capacity menjadi hal penting, sehingga telah dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan melalui pelatihan kompetensi dan produktivitas.

Dikatakannya, program TKM serta padat karya juga dilakukan dalam rangka melindungi pekerja sektor informal. Sekaligus untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas kerja.

Senada, Ketua Tim Rombongan Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, juga menyoroti pentingnya penyiapan tenaga kerja terampil dan kompeten. Salah satunya dengan mendukung upaya pemerintah pusat dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku Utara, untuk pengembangan dan perluasan BLK Ternate di Sofifi dengan luas tanah 5 hektare. Perluasan BLK tersebut dinilainya penting, mengingat adanya kebutuhan tenaga kerja kompeten di sektor pertambangan di Provinsi Maluku Utara.

Sementara itu, Kepala BLK Ternate, Abdul Azis, mengatakan ke depan pelatihan peningkatan SDM kompeten dan terampil perlu didukung dengan perluasan dan pengembangan BLK Ternate di Sofifi. Untuk mempersiapkan SDM yang kompeten, lanjut dia, dilakukan pembangunan BLK Sofifi dengan prioritas kejuruan alat berat, las, dan listrik. Abdul berharap ketiganya mampu mencetak tenaga kerja siap pakai khususnya di sektor pertambangan yang sedang dibutuhkan.

"Kita berharap pembangunan BLK Sofifi ini akan segera rampung dan beroperasi pada tahun 2022. BLK Ternate sendiri pada tahun 2021 telah melakukan pelatihan kepada sekitar 1.720 orang dan uji kompetensi sebanyak 1.332 orang," tukasnya.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT