Bos Amazon Bicara Dampak Varian Omicron ke Ekonomi di Akhir Tahun

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 29 Nov 2021 10:39 WIB
Corona Virus test report Stock Image, Test tube
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Richard Maguluko
Jakarta -

Belum lama ini varian baru virus COVID-19, Omicron terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan. Sekarang ini varian baru tersebut mulai menyebar ke beberapa negara.

Hal ini mendorong sejumlah negara untuk kembali mengumumkan pembatasan perjalanan baru, serta membatasi akses penerbangan menuju/dari sejumlah wilayah di Afrika Selatan.

Varian Omicron ini dikabarkan juga telah terdeteksi di sejumlah Eropa dan Asia. Di Belanda misalnya, 13 kasus telah ditemukan di antara penumpang pada dua penerbangan yang mendarat di Amsterdam pada Jumat (26/11) setelah meninggalkan Afrika Selatan.

Sedangkan Inggris, Denmark, dan Australia juga telah menemukan kasus varian Omicron dalam beberapa hari terakhir. Meskipun belum ada kasus yang terdokumentasi di Amerika Serikat (AS0, para ahli kesehatan mengatakan kalau varian itu mungkin sudah ada.

Hal ini tentu membuat sebagian besar masyarakat menjadi waswas akan adanya penyebaran varian baru ini. Bahkan sejumlah pakar telah memprediksi kalau varian Omicron sedikit banyak dapat memberikan dampak secara ekonomi bila varian ini terus berkembang.

Namun di sisi lain, seorang eksekutif senior dari raksasa teknologi, Amazon.com Inc, mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memprediksi bagaimana varian Omicron dapat mempengaruhi ekonomi selama libur Natal dan tahun baru kali ini.

"Ini sangat awal dalam proses memahami apa yang terjadi dengan varian baru," kata CEO Worldwide Consumer Amazon, Dave Clark dikutip dari Reuters, Senin (29/11/2021).

Berlanjut ke halaman berikutnya.