Uganda hingga Malaysia Bisa Jadi Pelajaran RI Hindari 'Jebakan' Utang China

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2021 06:30 WIB
Bendera China
Bendera China/Foto: Shutterstock

Namun, lanjut dia, jika melihat data utang luar negeri, pinjaman dari China relatif kecil dan itu menunjukkan risikonya.

"Dari situ sebenarnya kita bisa menilai sebenarnya potensi risikonya lebih kecil saya katakan demikian kalau lihat proporsi utang luar negeri yang diberikan Indonesia melalui China relatif kecil," katanya.

Meski demikian, kata dia, hal yang terjadi di Uganda bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia.

"Saya tidak mengatakan bahwa kemudian proyek kereta cepat ini berpotensi juga. Tapi sekali lagi Uganda bisa menjadi semacam pelajaran lah bahwa jika kita bertransaksi atau menjalin kerja sama pinjaman dengan China ada risiko seperti itu," terangnya.

Dikutip dari Economic Times, pemerintah Uganda telah mendapatkan pinjaman dari Bank Exim China sebanyak US$ 207 juta untuk memperluas Bandara Internasional Entebbe. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 20 tahun termasuk masa tenggang tujuh tahun. Pembayaran utang itu tersendat karena kabarnya pihak bandara tengah krisis.

Meski demikian, Presiden Uganda, Yoweri Museveni kabarnya telah mengirim delegasi ke China untuk negosiasi ulang utang. Namun, ini bukan pertama kalinya Uganda menegosiasikan utang. Pada Maret 2021, Uganda juga pernah melakukan hal serupa.


(acd/ara)