Sri Mulyani Wanti-Wanti Produksi Minyak RI yang Turun Terus

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Wanti-Wanti Produksi Minyak RI yang Turun Terus

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2021 11:25 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan bahaya sektor minyak dan gas (migas) yang produksinya terus menurun. Pasalnya penurunan produksi itu memberikan dampak pada kondisi makro ekonomi Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan produksi migas terus menurun khususnya minyak. Hal itu terlihat dari kebutuhan dalam negeri yang tidak bisa terpenuhi dan menciptakan gap impor minyak yang berdampak pada neraca perdagangan.

"Faktanya produk migas turun, jadi demand gap, secara makro kondisi ini berdampak pada trade balance," kata Sri Mulyani dalam 2nd International Convention Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 secara virtual, Selasa (30/11/2021).

Di sisi lain kebutuhan energi di Indonesia terus mengalami kenaikan dan energi juga menjadi mendorong perekonomian untuk terus berkembang. Selain itu, saat ini migas juga dihadapkan pada tantangan perubahan iklim.

"Ada tantangan di sektor migas, di sisi lain perubahan iklim jadi consent dan menjadi prioritas pembuat kebijakan dunia," jelasnya.

Indonesia saat ini juga sedang bertransformasi menuju net zero. Hal itu dinilai akan berpengaruh pada migas dari sisi kebijakan.

"Indonesia berupaya meningkatkan produksi migas, mengurangi defisit. Di sisi lain ada komitmen Presiden mendorong penurunan CO2," imbuhnya.

Berdasarkan laporan SKK Migas, produksi minyak terangkut (lifting) selama Januari-September 2021 rata-rata hanya mencapai 661 ribu barel per hari (bph) atau 93,8% dari target tahun ini 705 ribu bph. Sementara lifting gas hingga September 2021 tercatat mencapai 5.481 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 97,2% dari target 5.638 MMSCFD.

Total lifting migas hingga kuartal III-2021 tercatat mencapai 1,64 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) atau 96% dari target 1,71 juta BOEPD tahun ini.

Lihat juga Video: Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar Mulai 2022, Emak-emak Menjerit!

[Gambas:Video 20detik]




(aid/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT