Sri Mulyani Minta 2 Dirjen Baru 'Bersih-bersih'

Sri Mulyani Minta 2 Dirjen Baru 'Bersih-bersih'

- detikFinance
Kamis, 27 Apr 2006 13:56 WIB
Jakarta - Ditjen Pajak dan Bea Cukai selama ini lekat dengan citra yang kurang baik. Untuk itu, Menkeu Sri Mulyani pun meminta Dirjen Pajak dan Bea Cukai yang baru agar segera 'besih-bersih' instansinya.Apalagi tuntutan masyarakat terhadap mutu dan kecepatan layanan makin tinggi dan harus segera dijawab dan dipenuhi.Pesan itu disampaikan Sri Mulyani saat melantik 3 pejabat eselon I Depkeu di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (27/4/2006). "Paradoks melayani publik dengan memakai kekuasaan atau pemegang kekuasaan justru melayani adalah asas atau semboyan yang jadi dasar bagi abdi negara, masyarakat dan civil persons," pesan Sri Mulyani.Sri Mulyani menunjuk hukum pelayanan yang dicetuskan oleh pemenang Nobel Ekonomi, Amartya Sen. "Ia yang ingin hidup panjang mesti melayani. Tetapi orang yang ingin berkuasa tidak akan hidup lama," ujarnya.Menurut Sri Mulyani, ada dua hal yang melekat dalam tugas yang diemban dua dirjen itu. Pertama, fungsi pengaturan dengan menggunakan kewenangan yang dimiliki oleh Dirjen Pajak maupun Bea Cukai. Kedua, fungsi pelayanan atau melayani publik. Sri Mulyani juga meminta kepada dua dirjen itu untuk melanjutkan proses amandemen UU Perpajakan dan Kepabeanan yang sedang dibahas di DPR. "Saya minta kedua dirjen untuk memulai kembali secara segera pembahasan kelima amandemen UU itu yang merupakan tonggak reformasi di bidang perpajakan, kepabeanan dan cukai untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan dan memperbaiki iklim ivestasi," paparnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads