Ada Kasus Omicron di Arab Saudi, Ini Harapan Pengusaha Travel Umrah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 01 Des 2021 18:50 WIB
Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia?
Foto: Getty Images
Jakarta -

Otoritas Arab Saudi melaporkan kasus pertama varian baru COVID-19 Omicron. Kondisi ini menimbulkan harap-harap cemas dari pelaku usaha travel umrah.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur mengungkapkan saat ini seluruh pihak terkait untuk perjalanan sudah memenuhi syarat.

"Kami sebagai penyelenggara berkomitmen dan memastikan untuk memenuhi syarat dan semuanya sudah siap," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (1/12/2021).

Firman menyebutkan, kondisi ini diharapkan tidak akan mengganggu rencana perjalanan jemaah umrah asal Indonesia. Apalagi saat ini di Indonesia masih relatif aman dari kasus varian baru. "Kecuali ada kebijakan dari mereka yang menentukan," jelas dia.

Tapi sejauh ini, pihak otoritas Arab Saudi sudah mengizinkan Indonesia sebagai negara yang bisa menjalani ibadah umrah dan mengizinkan penerbangan langsung.

Sebelumnya diberitakan Terdeteksinya varian Omicron ini terjadi setelah otoritas Saudi mengakhiri larangan perjalanan langsung dari beberapa negara, dengan kerajaan ini terus melonggarkan pembatasan perjalanan terkait Corona.

Para pelancong dari enam negara, yakni India, Mesir, Pakistan, Indonesia, Brasil dan Vietnam, sekarang bisa masuk ke wilayah Saudi tanpa harus menghabiskan 14 hari di luar negara-negara tersebut sebelum masuk tiba di Saudi.

Simak video 'Arab Saudi Laporkan Kasus Varian Omicron Pertama':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/fdl)