UMK Surabaya Tertinggi di Jatim, Tahun Depan Naik 75 Ribu

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 16:22 WIB
Dua mobil pemadam kebakaran Kota Surabaya dikerahkan untuk membersihkan Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya). Monumen ini berada di Dermaga Madura Markas Komando Armada II, Ujung, Surabaya.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Besaran UMK Surabaya 2022 masih jadi yang tertinggi wilayah Jawa Timur (Jatim). Tahun depan nilai UMK Surabaya akan naik jadi Rp 4.375.479.

Meski demikian, kenaikan UMK Surabaya ini tidak sebesar kenaikan UMK Surabaya pada tahun kemarin. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, nilai UMK Surabaya naik sebesar Rp 100 ribu dari sebelumnya Rp 4.200.479 pada tahun 2020 menjadi Rp 4.300.479 di tahun 2021.

Sedangkan UMK di tahun 2022, kenaikannya sebesar 1,74% atau Rp 75 ribu. Dengan demikian, dari sebelumnya UMK Surabaya sebesar Rp 4.300.479 di tahun 2021 menjadi Rp 4.375.479 di tahun 2022.

Untuk daerah dengan UMK tertinggi ada di tiga daerah, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan yang terendah ada 5 daerah, yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

Dalam salinan yang diterima detikcom soal Keputusan Gubernur Jawa Timur No 188/803/KPTS/013/2021 Tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2022, ada sejumlah daerah yang mengalami kenaikan UMK. Ada juga daerah yang tidak mengalami kenaikan UMK, alias stagnan.

Sebelum ditetapkan UMK 2022 di Jatim, selama tiga hari tepatnya pada tanggal 25, 28, dan 29 November 2021 ribuan buruh melakukan aksi demo. Mereka menuntut kenaikan upah minimum kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Sementara Gubernur Khofifah sendiri menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di 38 daerah Jawa Timur dengan secara seksama oleh seluruh stakeholder.

"Keputusan kenaikan UMK di Jatim Tahun 2022 ini diambil dengan memperhatikan rasa keadilan, mempertimbangkan kondisi perekonomian, serta menjamin kondisi sektor industri serta ketenagakerjaan yang kondusif di Jatim. Saya berharap seluruh stakeholder memperhatikan serta menerapkan ketentuan tersebut dengan seksama," kata Khofifah di Grand City Surabaya, Rabu (1/12/2021).

(eds/eds)