4 Aksi Buruh Soal UU Ciptaker-UMP: Demo hingga Mogok Kerja

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 04 Des 2021 08:00 WIB
Presiden KSPI, Said Iqbal, hadir saat KSPI memberikan keterangan pers di hadapan awak media di Jakarta, Minggu (16/2/2020).
Presiden KSPI Said Iqbal/Foto: Agung Pambudhy

3. Gugat Gubernur se-Indonesia

KSPI bakal menggugat para gubernur atas penetapan upah minimum provinsi (UMP) maupun upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022. Pihaknya menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Kita akan mem-PTUN-kan SK Gubernur terhadap UMP dan UMK, upah minimum provinsi dan upah minimum kabupaten/kota," kata Said.

4. Ngadu ke Luar Negeri

KSPI mengadu ke luar negeri lantaran pemerintah masih menjalankan UU Cipta Kerja. Said menyatakan setidaknya ada tiga lembaga internasional yang menjadi tempat mengadu massa buruh, yakni Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC), dan IndustriALL Global Union.

"Saya sudah berhubungan dengan ILO karena saya adalah anggota pengurus pusat Badan Perserikatan Bangsa-bangsa/PBB, berkantor di Jenewa yaitu ILO Governing Body. Saya sudah mengirim surat secara resmi sebagai ILO Governing Body, menjelaskan sikap KSPI dan serikat-serikat buruh lain yang didukung Partai Buruh tentang hasil keputusan MK tersebut," jelasnya.

Kepada ITUC yang berkantor di Brussel, Belgia, pihaknya juga sudah mengirim surat. Demikian pula kepada IndustriALL Global Union.

"IndustriALL Global Union, yaitu federasi serikat buruh sedunia, yang bergabung industri metal, tekstil, garmen, sepatu, kimia, energi, pertambangan yang jumlah anggotanya adalah 57 juta orang. Sedangkan ITUC yang di Brussel, Belgia jumlah anggotanya adalah 270 juta orang di seluruh dunia," jelasnya.



Simak Video "KSPI Tolak Keras Kenaikan UMP 2022, Siap Geruduk Istana-Balai Kota!"
[Gambas:Video 20detik]

(toy/ara)