ADVERTISEMENT

Omicron Bikin Perusahaan Raksasa Pusing Atur Karyawan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Des 2021 22:15 WIB
People queue to get vaccinated against COVID-19 on the first day of a new vaccination center in Lisbon, Wednesday, Dec. 1, 2021. Long lines formed at the Portuguese capitals largest vaccination center to date as authorities there tried to encourage the 2% of the population who are not vaccinated yet, Europes lowest rate, and to speed up the administration of booster shots. Despite its excellent vaccination record, cases have been rising non-stop over the past two months, although hospitalizations are far away from levels seen in previous surges. (AP Photo/Armando Franca)
Foto: AP/Armando Franca
Jakarta -

Berbagai perusahaan telah menimbang model kerja yang berbeda untuk kembali ke kantor. Namun, varian Omicron mengacaukan hal tersebut.

Mengutip Reuters, Jumat (3/12/2021), berbagai perusahaan tengah memahami varian tersebut dan dampaknya pada operasi dan keuntungan mereka. Sebagian besar mengambil sikap wait and see, memantau seberapa cepat dan potensi bahaya varian baru ini.

Google Alphabet sendiri telah menunda tanpa batas rencana kembali ke kantor di seluruh dunia.

Chief people officer produsen toilet mewah Lixil Corp, Jin Montesano mengatakan, perusahaan telah menyimpang dari struktur kerja Jepang yang kaku.

"Ini bukan lagi tempat untuk bekerja ... di mana pun Anda menyelesaikan pekerjaan, di sanalah Anda bekerja," katanya.

"Yang ingin kami lakukan adalah menata ulang kantor," tambahnya.

Negara-negara bergerak cepat minggu ini untuk memberlakukan larangan atau aturan pengujian yang lebih ketat perjalanan setelah varian Omicron pertama kali ditemukan di Afrika selatan.

"Kami hampir dapat membandingkannya dengan situasi perang," kata CEO Philip Morris, Jacek Olczak.

"Semua orang berpura-pura semuanya menjadi normal, tetapi itu tidak normal. Kita semua telah berubah," ujarnya.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT