ADVERTISEMENT

Buntut Lira Turki Anjlok, Erdogan Tunjuk Menteri Keuangan Baru

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 04 Des 2021 13:30 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan looks up during a joint news conference with German Chancellor Angela Merkel following their meeting at Huber Villa presidential palace, in Istanbul, Turkey, Saturday, Oct. 16, 2021. The leaders discussed Ankaras relationship with Germany and the European Union as well as regional issues including Syria and Afghanistan. (AP Photo/Francisco Seco)
Foto: AP/Francisco Seco
Jakarta -

Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menunjuk Nureddin Nebati sebagai menteri keuangan yang baru pada Kamis kemarin. Penunjukan ini dilakukan usai Lutfi Elvan mengundurkan diri dari jabatan menteri keuangan karena Turki dilanda krisis mata uang.

Kondisi perekonomian Turki memang sedang goyang akibat jatuhnya mata uang lira. Bulan lalu saja, nilai Lira sudah anjlok 27% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penurunan ini jadi serangkaian rekor terendah atas kebijakan ekonomi Turki.

Nebati sebelumnya adalah seorang wakil menteri perbendaharaan dan keuangan dan mempelajari hubungan internasional, ilmu politik dan administrasi publik. Nebati berharap dirinya mampu menjalankan tugas menteri keuangan dengan baik di tengah krisis yang terjadi.

"Ya Tuhan, mudahkan, jangan dipersulit. Ya Tuhan, jadikan hasilnya bermanfaat. Beri kami kebenaran dalam pekerjaan kami, buat kami sukses," cuit Nebati, dikutip dari CNBC, Sabtu (4/12/2021).

"Ya Tuhan, berilah saya kemampuan untuk menjalankan tugas Menteri Keuangan dan Keuangan, yang oleh Presiden kita anggap layak untuk saya, dan untuk layak atas kepercayaan yang telah dia tunjukkan kepada kami," katanya.

Nebati, yang menjabat tiga tahun sebagai wakil menteri keuangan sebelum pengangkatannya, mengatakan pekan lalu bahwa Turki telah bertahun-tahun mencoba menerapkan kebijakan suku bunga rendah tetapi ditentang keras.

"Kali ini, kami bertekad untuk menerapkannya," tulisnya di Twitter, menambahkan bahwa "tidak ada masalah" dengan mempertahankan suku bunga rendah dalam kondisi pasar saat ini.

Mata uang lira tercatat sudah anjlok lebih dari 40% terhadap dolar AS tahun ini. Analis ekonomi mengatakan salah urus dan ketidakpastian kebijakan dari pemerintah Turki telah membuat inflasi terjebak di level 2 digit. Selain itu, cadangan devisa juga terus merosot.

(fdl/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT