ADVERTISEMENT

Jokowi Minta Polri Ikut Kawal Investasi, Ini Respons Pengusaha

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 04 Des 2021 17:25 WIB
Presiden Jokowi memberikan arahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi memberikan arahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Polri untuk ikut menjaga serta mengawal investasi yang ada di daerah. Langkah ini direspons positif oleh pengusaha.

Salah satu pengusaha senior Hariara Tambunan menjelaskan, derasnya arus investasi yang masuk ke Indonesia dalam beberapa bulan terakhir ke Indonesia merupakan angin segar bagi para pengusaha dalam membantu memulihkan serta menghidupkan kembali roda perekonomian Indonesia ke depan.

Untuk itu pendampingan dan pengawalan dari jajaran kepolisian dinilai sangat diperlukan agar rasa aman dapat tercipta di kalangan swasta hingga BUMN.

"Ya saya kira, hal-hal positif seperti ini patut kita dukung penuh 100%, jaminan keamanan dalam pengerjaan proyek investasi antara swasta dan BUMN kan menjadi hal yang mutlak diperlukan karena kalau tidak aman ya kita sebagai pihak swasta pasti akan berpikir dua kali dong untuk mengerjakannya" katanya.

Oleh karena itu, meski mendapat perhatian khusus dari presiden terkait pengawalan kegiatan investasi, hariara menambahkan, tidak serta merta kepolisian mempunyai kekuatan super power dalam melaksanakan tugasnya bersama dengan pihak swasta dan BUMN.

"ya harus itu, jangan sampai disalah artikan makna instruksi presiden (terkait pengawalan investasi) tadi, nanti mentang-mentang presiden menginstruksikan kepada Polri untuk pendampingan (kegiatan investasi) bareng swasta - BUMN, terus mereka seenaknya atur-atur itu kita. Pokoknya kita akan lakukan apapun yang terbaik untuk pembangunan ekonomi negara kita tercinta republik Indonesia," tambahnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Jokowi sudah menargetkan investasi pada tahun ini mencapai Rp 900 triliun dan pada kuartal III-2021 target yang tercapai sudah Rp 659 triliun. Adapun pada tahun 2022, pihaknya menargetkan investasi yang didapatkan sebesar Rp 1.200 triliun.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT