ADVERTISEMENT

Jadi Beban AP I, Bandara YIA Cuma Dapat 10% dari Target Penumpang

Jalu Rahman Dewantara - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 11:54 WIB
Bandara International Airport (YIA) di Kulon Progo telah membuka layanan penerbangan sejak Kamis (7/5). Namun penerbangan baru ada hari ini, dengan dua penerbangan.
Foto: Sayoto Ashwan
Kulon Progo -

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, DIY terus merugi selama Pandemi COVID-19. Pihak pengelola pun bakal melakukan upaya penghematan, termasuk di antaranya pengurangan pegawai untuk menekan kerugian tersebut.

"Kemampuan untuk menjalankan operasional YIA terhambat pandemi COVID-19 sehingga mengalami kerugian yang cukup besar. Bisa dibayangkan dari target 10 juta penumpang per tahun, pada 2021 kami hanya bisa dapat 980.000 saja atau sekitar 10% dari target," ucap PTS General Manager YIA, Agus Pandu Purnama kepada wartawan Senin (6/12/2021).

Imbasnya pengelola YIA akan mengurangi 50% biaya operasional pada 2022. Ini dilakukan karena anggaran operasional YIA dari Angkasa Pura I (AP I) yang seharusnya Rp 300 miliar per tahun berkurang menjadi Rp 156 miliar. Walhasil langkah penghematan jadi solusinya.

"Langkah-langkahnya ke depan, mungkin saja dari sisi personalia, penghematan seluruh tempat termasuk terminal, penggunaan utilitas baik air, listrik dan sebagainya. Sedang dibahas mana yang paling bijak," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, AP I terjerat utang sebesar Rp 35 triliun. Adapun beban terberat perusahaan terletak dari adanya YIA di Kulon Progo

"Ini kami sedang terus lakukan rasionalisasi-rasionalisasi supaya bisa efisiensi dan memang beban mereka berat sekali karena bandara baru. Ini sebagai komparasi Bandara Kualanamu ini profitable dan udah cukup berumur dan seperti Yogyakarta ini beban berat sekali," kata Tiko sapaan akrabnya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jumat (3/12) lalu.

Tiko menjelaskan pembangunan Bandara YIA menghabiskan anggaran Rp 11,3 triliun dengan rincian Rp 4,2 triliun untuk pembebasan lahan dan pembangunan fisik sekitar Rp 7,1 triliun. Sedangkan saat bandara ini pertama kali dibuka masih dalam keadaan pandemi COVID-19.

"Yogyakarta (pembangunannya) Rp 12 triliun dan begitu buka langsung COVID-19," ujarnya.

Lihat juga Video: Terdampak Pandemi, Pengelola Bandara YIA Minta Diskon Pajak

[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT