Jaga-jaga Dampak Omicron Jangkiti RI, Pemerintah Harus Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 13:21 WIB
BPS telah resmi mengumumkan data pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 3,51% secara year on year (yoy).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia dihantui Omicron. Varian baru virus COVID-19 ini dinilai lebih berbahaya daripada varian Delta. Varian Delta saja sebelumnya sempat membuat Indonesia masuk ke masa-masa mencekam karena penyebaran virusnya.

Sejauh ini memang varian baru yang konon berasal dari Afrika ini belum masuk ke Indonesia. Lalu pemerintah bisa apa untuk bersiap menahan dampak dari varian delta, termasuk juga ke perekonomian?

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan pemerintah harus lebih waspada dengan varian yang satu ini. Jangan sampai virus ini mudah masuk ke Indonesia seperti saat varian Delta dahulu.

"Pemerintah jangan sampai lambat lagi kali ini seperti varian Delta, ini harus head the curve segala kemungkinan masuk harus ditahan," ungkap Faisal kepada detikcom, Senin (6/12/2021).

Faisal meminta pemerintah tetap menyiapkan anggarannya untuk urusan kesehatan. Salah satunya untuk menangkal penyebaran virus dan mengetatkan protokol kesehatan. Program 3T juga harus tetap dilakukan dengan baik.

"Sisi ekonomi jelas anggarannya harus dikerahkan untuk program kesehatan demi tangkal penyebaran virus, protokol kesehatan juga harus diketatkan. 3 T pun harus penting dampingi itu semua," ujar Faisal.

"Anggaran pengobatan juga harus ditingkatkan agar bisa menangani yang sudah terkena," katanya.

Di sisi lain, menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira bila virus ini benar-benar telah masuk dan menyebar ke Indonesia. Hal yang pertama harus dilakukan adalah menyiapkan jaringan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Pasalnya pengetatan aktivitas sosial dan ekonomi kemungkinan bakal dilakukan.