ADVERTISEMENT

Kartu Prakerja Dilanjut Hingga 2022, Cek 4 Faktanya di Sini

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 13:36 WIB
Vokraf di Kartu Prakerja
Ilustrasi/Foto: Vokraf
Jakarta -

Program Kartu Prakerja akan terus dilanjutkan pemerintah hingga tahun 2022 mendatang. Artinya tahun depan Program Prakerja 2022 akan mulai dibuka kembali.

Hal tersebut telah tertuang pada Perpres Nomor 18 tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 dan program prioritas APBN 2022.

Berikut 4 ringkasan fakta terkait Kartu Prakerja:

1. Anggaran Kartu Prakerja 2022 sebesar Rp 11 Triliun

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11 triliun khusus untuk Program Kartu Prakerja di tahun 2022. Anggaran tersebut 4,3% dari dana bantuan sosial di APBN 2022 yang totalnya mencapai Rp 252,3 triliun.

"Oleh sebab itu tahun 2022 program kartu prakerja masih terus dilanjutkan. Skema pelaksanaannya bersifat semi bantuan sosial tetapi tetap dilakukan dan bersifat reguler akan dimulai dengan mempertimbangkan situasi yang semakin kondusif," ujar Febrio dalam webinar Impact Evaluation of Kartu Prakerja, Rabu (1/12/2021).

2. Realisasi Kartu Prakerja Hingga Saat Ini

Pada tahun 2020 alokasi program Kartu Prakerja sebesar Rp 10 triliun dengan target penerima manfaat sebanyak 5,6 juta orang dan realisasi dari batch 1-11 sebanyak 5,9 juta penerima dengan nominal Rp 13,4 triliun.

Selanjutnya tahun 2021 alokasi program Kartu Prakerja mencapai Rp 21,2 triliun dari semula Rp 20 triliun dengan target penerima manfaat sebesar 5,97 juta orang. Realisasi per Oktober 2021 mencapai jumlah Rp 9,42 triliun yang telah disalurkan kepada 2,7 juta peserta.

Secara akumulatif jumlah penerima Kartu Prakerja yang ditetapkan dari awal sampai dengan 30 September 2021 sudah mencapai 12 juta orang dan tersebar di 34 provinsi serta 500 Kabupaten/Kota.

3. Mitra Kartu Prakerja 2022 Terbuka Lebar

Kesempatan peserta untuk mengikuti Program Kartu Prakerja juga membuka peluang Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK). Executive Director at PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, calon mitra atau LPK yang berminat bergabung dalam ekosistem Prakerja harus memenuhi standar dan indikator.

"Saat ini PMO menetapkan 59 indikator untuk syarat yang harus dipenuhi supaya bisa on boarding di dalam ekosistem Kartu Prakerja, dan ini semua indikatornya sifatnya mutlak atau wajib dipenuhi," tegasnya.

Selain itu, LPK juga akan melewati tahap assessment yang dilakukan oleh platform digital, kedua oleh PMO dan ketiga oleh tim assessment independen dari universitas dan lembaga ternama seperti UI, UGM dan sebagainya.

4. Data Peserta Kartu Prakerja Dipastikan Aman

Denni mengatakan, data kepesertaan Prakerja dipastikan aman. Pihaknya menggunakan tim engineer yang handal di bidang start up dan melakukan inovasi-inovasi salah satunya melalui layanan call center dan lain-lain. Dia memastikan layanan tersebut terlindungi dan peserta dapat menyampaikan data pribadi secara aman.

"Kita investasi besar-besaran nih sebenarnya di dalam konteks center supaya bisa mendengarkan keluhan dari peserta Kartu Prakerja dan itu digunakan untuk input memperbaiki program. Kita punya tiga kanal baik itu adalah live chat, hotline yang itu gratis untuk di telepon dan satu lagi webform. Ini sifatnya personal dan itu sangat secure sehingga teman-teman Prakerja kalau ditanyain 'nomer kartu Prakerjamu berapa' atau 'tolong kamu berikan foto KTP dan muka' ini secure," paparnya.

Demikian informasi terkini seputar Kartu Prakerja yang akan dilanjut hingga 2022 mendatang. Semoga Bermanfaat.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT