Tahun 2021 Mau Habis, Realisasi PEN Masih 68%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 20:45 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah terus menggenjot anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hingga 3 Desember 2021, realisasinya sebesar 68,6% atau sebanyak Rp 513,17 triliun dari pagu Rp 744,7 triliun.

"Dibandingkan kuartal III 2021 (realisasi) meningkat Rp 101,18 triliun," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip dari Antara, Senin (26/12/2021).

Lebih rinci, Airlangga mengatakan, realisasi anggaran PEN untuk penanganan klaster kesehatan sebesar Rp140,52 triliun atau 65,4% dari total pagu. Kemudian, realisasi anggaran klaster perlindungan sosial sebesar Rp 142,6 triliun atau 76,4% dari pagu.

Selanjutnya, realisasi anggaran di klaster program prioritas sebesar Rp 89,6 triliun atau 68,4% dari pagu, realisasi dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp85,5 triliun atau 51% dari pagu, dan realisasi insentif usaha mencapai Rp 63,8 triliun atau 101% dari pagu.

Dari realisasi anggaran di klaster kesehatan, Airlangga menuturkan pemerintah juga mengucurkan Rp 3,11 triliun untuk melakukan pengujian COVID-19 dan pelacakan kontak erat pasien.

"Anggaran terapeutik dan insentif santunan tenaga kesehatan mencapai 80%. Realisasi anggaran untuk vaksinasi Rp 28,77 triliun," katanya.



Simak Video "Sederet Bansos yang Cair Tahun Ini, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)