Waduh! Bos PlayStation Terjerat Skandal Pedofilia, Akhirnya Dipecat Sony

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 10:46 WIB
Cropped shot of a businessman leaving work as he's being replaced by a new employeehttp://195.154.178.81/DATA/i_collage/pi/shoots/783398.jpg
Ilustrasi Dipecat/Foto: Getty Images/PeopleImages
Jakarta -

Perusahaan elektronik dan gaming raksasa, Sony resmi memecat salah satu petinggi senior di PlayStation Network gara-gara terlibat skandal pedofilia. Petinggi tersebut terekam dalam video amatir yang ditayangkan di YouTube pada Jumat (3/12) lalu.

Adalah George Cacioppo. Dia diduga mengatur pertemuan dengan seorang anak laki-laki berusia 15 tahun. Wakil Presiden Senior Teknik di Sony ini telah dipecat setelah dugaan keterlibatannya dalam video tersebut.

"Kami mengetahui situasinya dan karyawan yang bersangkutan telah diberhentikan dari pekerjaannya," kata Sony dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNet, Selasa (7/12/2021).

Lebih lanjut, dalam video itu memperlihatkan seorang juru kamera sedang berjalan pada malam hari untuk menuju sebuah rumah. Lalu ada seorang pria yang diduga Cacioppo menggunakan kemeja PS5 sedang berdiri di luar rumah.

Juru kamera lantas berbicara pada Cacioppo. Saat juru kamera bertanya pada Cacioppo, dia menghiraukan pertanyaan tersebut dan menutup pintu sambil menolak untuk menjawab pertanyaan. Sang kameramen lantas berteriak akan memanggil polisi.

Menurut tautan Google Drive yang diposting dalam deskripsi video YouTube menyebutkan, Cacioppo diduga berbicara dengan seorang pria yang mengatakan usianya 15 tahun. Dia diduga bertemu melalui Grindr, aplikasi jejaring sosial untuk LGBT.

Dalam tangkapan layar percakapan, keduanya bertukar foto dan mendiskusikan tindakan tak senonoh. Cacioppo diduga memberi umpan dengan menyebut namanya 'Jeff' dan memberikan alamat rumahnya.

Asosiasi People Vs Predators (PVP) mengkonfirmasi bahwa informasi tersebut dikirim ke Kantor Kejaksaan Distrik San Diego. Kantor kejaksaan tidak segera menjawab permintaan komentar. Di sisi lain, Cacioppo juga belum memberikan tanggapan mengenai kasus tersebut.

(fdl/fdl)