Petrokimia Gresik Impor Pupuk Bersubsidi Tahun 2006
Jumat, 28 Apr 2006 17:54 WIB
Jakarta - PT Petrokimia Gresik menjadi pabrik pupuk pertama yang mengambil kesempatan untuk mengimpor pupuk bersubsidi pada tahun ini. "Hingga saat ini baru Petrokimia yang diberikan izin mengimpor pupuk ZA dari Rusia, Korea dan Jepang dengan total 30 ribu ton untuk memasok daerah Gresik," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depdag Diah Maulida di kantornya, Jakarta, Jumat (28/4/2006).Sedangkan untuk jenis SP 36, diimpor dari Cina sebanyak 40 ribu ton untuk memenuhi Gresik, Belawan, Lampung dan Makasar sehingga total ada 70 ribu ton.Izin impor itu diberikan pada tanggal 7 April 2006 dengan batas waktu 31 Oktober 2006. "Kami mengeluarkan izinnya setelah mendapat rekomendasi dari Dirjen Industri Agro dan Kimia Deperin dan Dirjen dari Deptan. Hal ini untuk meyakinkan bahwa daerah yang dituju benar-benar kekurangan pupuk," tambahnya.Yang pasti, lanjut Diah, pupuk itu harus sesuai SNI wajib. Diah mengaku heran mengapa ada berita soal impor pupuk dibuka karena selama ini tidak pernah ditutup. "Yang saya tahu ada SK No 3 tanggal 16 Februari 2006 yang ditandatangani Mendag tentang ketentuan impor pupuk. Disana hanya disebutkan untuk impor pupuk bisa oleh importir umum," jelasnya. Dia optimistis dengan impor, harga eceran tertinggi (HET) untuk petani bisa sesuai karena suplai bertambah sehingga mencapai keseimbangan dengan permintaan.
(qom/)











































