132 UMKM Peserta Pendampingan Ekspor Kemendag Catat Transaksi Rp 76 M

Dea Duta Aulia - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 20:08 WIB
Kemendag
Foto: Kemendag
Jakarta -

Kementerian Perdagangan mencatat, pada 2021, sebanyak 132 UKM program pendampingan ekspor (export coaching program/ECP) 2021 di 10 wilayah berhasil melakukan ekspor dengan total transaksi lebih dari USD 5,29 juta atau sekitar Rp 76 miliar.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi mengatakan capaian tersebut merupakan bukti dari kontribusi ECP terhadap UMKM. ECP merupakan program pendampingan ekspor bagi para pelaku usaha dan bagian upaya Kemendag dalam meningkatkan peran UKM dalam kegiatan ekspor nonmigas.

"Capaian tersebut merupakan bukti kontribusi ECP bagi UKM dalam kinerja ekspor nasional dan patut diapresiasi. Karenanya, Kemendag berkomitmen terus memberikan fasilitasi untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing melalui berbagai program, termasuk ECP untuk pelaku UKM dengan berkolaborasi bersama pemangku kepentingan lainnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Didi Sumedi menjelaskan, Kemendag berkonsentrasi pada langkah strategis utama yaitu meningkatkan ekspor nonmigas serta terus membuka akses pasar prospektif. Hal itu bertujuan untuk memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri dan meningkatkan peran UKM dalam kegiatan ekspor nonmigas. Kemendag juga turut mengapresiasi semangat peserta di lima wilayah ECP seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Aceh serta seluruh pihak yang terlibat meskipun program digelar di tengah Pandemi COVID-19.

"Sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pelaku UKM menembus pasar global cukup membanggakan. Diharapkan pelaku UKM dapat mempertahankan dan berupaya meningkatkan kinerjanya," jelasnya.

Adapun produk yang telah diekspor mencakup lain serat kapuk, briket arang kelapa, gula kelapa, kerajinan kaca, komoditas kelapa, alas kaki (inner slipper), tas tangan Aceh, bubuk kakao, glassware/tableware, produk interior dari batu alam, damar batu, dan sabut kelapa. Selanjutnya makanan ringan, rumput laut, furnitur, kerajinan, lidi sawit, cocopeat, buah salak, teak flooring, cengkeh, sepatu dan sandal, kopi, bulu mata, sayur segar, ikan beku, rempah-rempah, mie, parfum, fesyen, dan sebagainya.

Sementara untuk negara tujuannya mencakup India, Rusia, Prancis, Vietnam, Inggris, Amerika Serikat, Mesir, Argentina, Angola, Belanda, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, Belgia, Ghana, Italia, Kolombia, Kamboja, UEA, Pakistan, Kamboja, Korea Selatan, Brasil, Singapura, dan Yordania. Selanjutnya Arab Saudi, Irak, Jepang, Australia, Hongkong, Kanada, Thailand, Jerman, Irak, Somalia, Bangladesh, Pakistan, dan sebagainya.

Sementara itu, untuk ECP tahun ini telah dilaksanakan di sepuluh wilayah dengan peserta sebanyak 300 pelaku usaha. Pelaku UKM mendapatkan pendampingan dari praktisi ekspor dan mendapatkan berbagai pengetahuan tentang prosedur ekspor, cara mengembangkan pasar, perbaikan bahan promosi, cara mencari pembeli potensial, dan strategi pengembangan produk.

"Peserta juga dibekali cara negosiasi dan pembuatan kontrak dagang serta difasilitasi penjajakan bisnis oleh perwakilan perdagangan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Heryono Hadi Prasetyo mengungkapkan, penjajakan bisnis dapat terus ditindaklanjuti guna semakin menggenjot transaksi ekspor dan membantu para pelaku usaha untuk menembus pasar ekspor.

"Pelaku usaha yang belum berkesempatan ekspor diharapkan tetap optimistis dan jeli melihat peluang ekspor," jelasnya.

Terakhir, ia berharap agar peserta ECP dapat menjadi pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan tren pemasaran yang saat ini menggunakan teknologi digital. Tak hanya itu, Kemendag terus mengedukasi pelaku usaha mengenai perlunya transformasi ke pemasaran secara digital.

Selain masuk ke dunia digital, para pelaku UMKM juga perlu meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, dan komitmen untuk bersaing di pasar global.

"Peserta ECP diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas dan daya sainggnya sehingga semakin memberi kontribusi, baik bagi peningkatan perekonomian daerah maupun secara nasional guna meningkatkan kesejahteraan segenap lapisan masyarakat," tutup Heryono.



Simak Video "Kolaborasi Kunci Indonesia Menjadi Pusat Fesyen Muslim Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)