ADVERTISEMENT

Angkasa Pura I Punya Utang Rp 35 T, Stafsus Erick Thohir Bilang Begini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 21:21 WIB
Arya Sinulingga (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Foto: Arya Sinulingga (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

PT Angkasa Pura I (Persero) tengah dalam kondisi yang tidak baik. Pengelola bandara ini tengah menanggung utang yang mencapai Rp 35 triliun dan bisa meningkat menjadi Rp 38 triliun.

Namun, Kementerian BUMN tak khawatir. Sebab, proses restrukturisasi telah berjalan dengan baik. Sehingga, tahun depan perusahaan kondisinya bisa lebih baik.

"Pendapatan mereka sudah bisa nutupin biaya operasional, tahun depan itu sudah ada untuk meski masih terbeban akibat hutang bunga dan depresiasi hutang pokok. Makanya kita tarik mundur restrukturisasi," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga seperti dikutip dari Evening Up CNBC Indonesia, Selasa (7/12/2021).

"Keberhasilannya tahun depan AP sudah mulai dapat untung lagi. Kalo dibilang parah banget dengan kalo ini ketika mampu restrukturisasi kondisinya berubah karena biaya yang ada saat ini menutupi operasi," tambahnya.

Arya memberpkirakan AP I masih dapat untung mencapai Rp 1,45 triliun dengan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) mencapai Rp 3,9 - 4 triliun.

"Kalau pun kondisi Corona makin parah juga masih bisa lega karena operasional masih bisa nutupin. Jadi kita optimis untuk itu," katanya.

Arya menjelaskan kondisi membengkaknya beban utang AP I ini disebabkan pengembangan bandara yang dilakukan sebelumnya karena kapasitas bandara sudah melebihi jumlah penumpang. Namun, perusahaan kurang beruntung karena pandemi membuat operasional bandara tertekan. Bahkan kondisi penumpang pesawat saat itu bisa drop mencapai 20% - 30%.

"Enggak ada yang tahu kondisi pandemi sehingga mereka kena depresiasi karena ada pinjaman penagihan untuk bayar utangnya. Di sinilah kawan ini mulai terasa berat, tapi sudah ada langkah restrukturisasi supaya bunga hutang, hutang pokok, dan akibat depresiasi ditarik mundur," jelasnya.

AP I sendiri berencana mendapatkan tambahan dana dari restrukturisasi dari aset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional, simplifikasi organisasi, penundaan investasi dan mendorong pendapatan baru dari anak usaha.

Adapun target tambahan hasil restrukturisasi ini mencapai Rp 3,8 triliun, dengan nilai efisiensi biaya sebesar Rp 704 miliar dan perolehan dari fund rising mencapai Rp 3,5 triliun.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT