Sempat Heboh, Isu Keluarga Yahudi Rothschild di Balik Pandemi COVID-19

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 08 Des 2021 13:10 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Dunia sempat dihebohkan dengan kabar bahwa pandemi COVID-19 ada hubungannya dengan keluarga Yahudi super kaya Rothschild. Kabar itu dengan cepat menyebar melalui media sosial.

Tahun lalu beberapa akun media sosial seperti Facebook menyebar isu bahwa keluarga Rothschild memiliki paten pelacakan pasien virus corona. Terdapat juga tangkapan layar sebuah aplikasi paten Amerika Serikat (AS) untuk sistem dan metode pengujian COVID-19 yang diajukan atas nama Richard A. Rothschild.

Dalam isu tersebut juga disebutkan bahwa Richard Rothschild mengajukan paten tersebut pada 2015 dan 2017. Hal itu juga tercantum dalam data yang menjadi lampirannya.

"Artikel tersebut mengklaim bahwa tanggal prioritas 2015 adalah bukti bahwa pandemi virus corona telah direncanakan. Tetapi penulis telah menggabungkan istilah 'tanggal prioritas' dan 'tanggal aplikasi'," tulis Reuters dalam laporannya dikutip, Rabu (8/12/2021).

Dalam laporannya Reuters menerangkan, tanggal prioritas dapat merujuk pada tanggal pengajuan paling awal dalam aplikasi paten terkait, atau tanggal pengajuan paling awal dari fitur tertentu dari suatu penemuan.

Dalam hal ini, 13 Oktober 2015 adalah saat Rothschild pertama kali membuat aplikasi sementara dalam pengajuan paten tersebut. Namun bukan untuk pelacakan virus COVID-19, melainkan untuk pelacakan biometrik

Paten untuk sistem yang menganalisis data biometrik untuk menentukan apakah pengguna menderita COVID-19 tidak diterapkan hingga 17 Mei 2020.

"Artikel tersebut juga mengklaim memberikan bukti paten untuk pengujian COVID-19 yang diajukan pada tahun 2017," tulis Reuters.

Simak juga Video: Bukan Omicron, Varian Delta Masih Dominasi Eropa-Asia Tengah

[Gambas:Video 20detik]



(das/das)