Mau Tambah Jumlah Gerai, McDonald's Kasih Pinjaman ke Jaringannya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 09 Des 2021 10:50 WIB
Puluhan gerai McD di Jakarta disanksi imbas kerumunan pesanan BTS Meal McD kemarin. Total ada 32 gerai McD di Ibu Kota yang kena sanksi.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Raksasa penyedia makanan cepat saji, McDonald's Corp, telah membuka program pinjaman modal bagi para pewaralaba atau mereka yang baru ingin membuka gerai McDonald's miliknya sendiri. Meski demikian, nampaknya program pinjaman ini hanya berlaku di Amerika Serikat (AS).

Melansir dari Reuters, Kamis (9/12/2021), dikabarkan bahwa perusahaan akan memberikan total pinjaman jangka pendek berbiaya rendah sebesar US$ 250 juta atau setara dengan Rp 3,57 triliun (dengan asumsi Rp 14.300/dolar AS).

Perlu untuk diketahui kalau biasanya untuk membuka satu gerai restoran McDonald's ini membutuhkan biaya yang sangat mahal. Hal ini menyebabkan banyak orang dari latar belakang yang kurang beruntung sering kali mengalami kesulitan dalam mengakses modal yang mereka butuhkan untuk membuka gerai McDonald's miliknya.

Biasanya untuk dapat membuka satu gerai McDonald's, pihak perusahaan mewajibkan calon pewaralaba untuk memiliki aset likuid setidaknya sebesar US$ 500.000 atau setara dengan Rp 7,15 miliar.

Bila ditotal, jumlah biaya investasi yang dibutuhkan untuk membuka satu gerai McDonald's berkisar dari US$ 1 juta hingga lebih dari US$ 2,2 juta (Rp 14,3 miliar - Rp 31,24 miliar).

Oleh sebab itulah perusahaan kini telah membuka program pinjaman bagi mereka yang ingin bekerja sama dan membuka gerai McDonald's. Selain itu program ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan keragaman di antara para pewaralaba McDonald's.

Lihat juga vidoe 'Donasi ARMY Indonesia untuk Driver Ojol Pengantar BTS Meal':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)