Sri Mulyani Ungkap Biaya Tekan Emisi Karbon Rp 3.500 T, Duitnya dari Mana?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 09 Des 2021 18:20 WIB
Sri Mulyani: Pertamina Punya Tanggung Jawab Besar Jadi Pilar Zero Emissions
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Dok. Istimewa
Badung -

Biaya untuk menurunkan emisi karbon CO2 disebut sangat mahal. Selain biaya yang mahal, juga dibutuhkan kebijakan yang tepat untuk menurunkan CO2 sebesar 29% tanpa syarat dan 41% dengan dukungan internasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan memang ada beberapa sektor yang krusial untuk menurunkan tingkat CO2 Indonesia. Misalnya dengan meningkatkan pembiayaan dan segera memulai transisi ekonomi hijau yang akhirnya bisa mengurangi emisi CO2.

Dia mengatakan sektor kehutanan dan penggunaan lahan merupakan yang paling besar kontribusinya untuk menurunkan CO2. Biaya untuk mencapai penurunan 41% hingga mencapai Rp 90 triliun.

"Lalu sektor yang paling penting kedua untuk menurunkan CO2 adalah transport dan energy, namun biayanya mahal sekali Rp 3.500 triliun," kata dia dalam konferensi pers Finance Central Bank Deputies Meetings (FCBD) G20, di Nusa Dua, Bali, Kamis (9/12/2021).

Menurut dia, untuk kebutuhan tersebut tak mungkin semuanya ditanggung oleh APBN. Dipastikan ada sektor swasta yang akan terlibat.

Sri Mulyani menyebutkan untuk memenuhi kebutuhan penurunan karbon ini, dia telah mengambil tindakan inisiatif yang salah satunya adalah mengalokasikan anggaran pada APBN khusus untuk ekonomi hijau.

Saat ini pemerintah memiliki program seperti penanaman mangrove, perbaikan manajemen lahan, serta kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam kehutanan dan sosial. Selain itu, pemerintah juga membangun transportasi massal seperti LRT, MRT, dan kereta cepat yang bertujuan untuk mengurangi emisi CO2. Begitu pula dengan pembangunan pembangkit energi hijau yang ramah lingkungan.

Selain mengalokasikan APBN, Kementerian Keuangan juga berupaya untuk meraih kerja sama swasta dalam peningkatan pembiayaan ekonomi hijau. Sri Mulyani mengungkapkan, pihaknya tengah mengkaji dan menyusun kebijakan yang sesuai.

"Kita sekarang sedang membangun fiscal policy untuk climate change framework. Tujuannya adalah untuk dapat mengumpulkan dana-dana internasional, termasuk green finance," jelas dia.

Dia mengatakan melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap target penurunan emisi CO2 Indonesia bisa tercapai. Dengan demikian, Indonesia bisa selaras dengan tuntutan global dan turut berpartisipasi dalam pencegahan perubahan iklim



Simak Video "Jokowi Bakal Tanya Pembiayaan Netral Karbon di KTT Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)