Apakah Omicron Lebih Berbahaya dari Delta? Ini Kata WHO

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 10 Des 2021 16:01 WIB
Omicron: Antrean vaksinasi panjang di tengah kemunculan varian baru, kata Dubes RI di Afsel
Foto: BBC World
Badung -

Pandemi COVID-19 masih terjadi hingga bermunculan mutasi virus dengan berbagai varian baru. Sebelumnya sudah ada Alpha, Beta, Gama, Delta. Bahkan belum lama ini muncul varian Omicron yang membuat heboh.

Bagaimana Omicron dibandingkan varian sebelumnya seperti Delta?

Senior Advisor of the Director General WHO Bruce Aylward menyebutkan seharusnya orang-orang saat ini juga harus masih fokus pada varian Delta. Pasalnya varian ini telah menewaskan hampir 50 ribu orang di dunia.

Menurut dia, varian delta ini justru masih sangat berbahaya karena menelan banyak korban. "Orang saat ini fokus pada Omicron, tapi jangan lupa varian Delta juga berbahaya," kata dia dalam konferensi pers FCBD G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (10/12/2021).

Dia mengatakan, untuk menyebut Omicron sebagai varian berbahaya masih terlalu cepat. Pasalnya Delta memiliki dampak yang lebih berat.

Bruce menyebutkan jika saat ini WHO masih belum mendapatkan laporan terkait angka kematian akibat varian terbaru ini. Sekarang WHO juga masih melakukan penelitian lebih lanjut terkait Omicron.

Namun Bruce tetap meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Dia mengatakan peran pemerintah dalam melakukan testing, tracing, dan treatment (3T) juga sangat dibutuhkan. Vaksinasi masih menjadi penentu dalam mengentaskan pandemi ini.

"Semuanya ini ampuh dalam mengurangi penyebaran varian Delta. Untuk Omicron, ini masih sangat dini untuk membicarakan seberapa serius varian ini. Kami masih melakukan kajian," jelas dia.



Simak Video "WHO Sebut Belum Ada Kematian dari Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)