Erick Thohir Singgung Bos BUMN Dipenjara Gegara Kepincut Jadi OKB

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 11 Des 2021 20:30 WIB
erick thohir
Foto: Rengga Sancaya: Menteri BUMN Erick Thohir
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menyinggung petinggi BUMN yang masuk penjara karena kepincut pengin jadi OKB alias orang kaya baru. Hal itu dia sampaikan saat menjelaskan bagaimana pentingnya bisnis proses dalam perusahaan.

"Semua melalui ini bisnis proses yang baik. karena sudah terlalu banyak pimpinan BUMN di penjara. Karena apa? Tadi 'ah paling menjabat 2-3 tahun ya udah mumpung menjabat, kaget karena waktu itu saya saya bilang kaya OKB ,orang kaya baru," kata Erick dalam Seminar di UINSA Surabaya, Sabtu (11/12/2021).

Menurut Erick petinggi BUMN yang dipenjara karena tergoda hal-hal yang buruk terkait urusan keuangan, maka dia tegaskan bisnis proses harus transparan.

"Kenapa? Tiba-tiba bayangin Telkom penjualannya Rp 106 triliun, laba bersih Rp 25 triliun, jadi dirut Telkom. Sebelumnya dirut perusahan kecil. Kaget nggak? Kaget. Bahkan nyari-nyari wah ini bagus nih. Akhirnya apa? Banyak yang di penjara. Maka saya tekankan bisnis proses, musti transparan," jelasnya.

Meski banyak yang masuk penjara karena korupsi, misalnya. Ada juga pimpinan BUMN yang akhirnya takut mengambil resiko.

"Tetapi juga kadang-kadang ada pimpinan BUMN kasihan. Hari ini harga pupuk lagi naik. Kenapa? Bahan baku postal dan fosfat lagi naik di Maroko dan di Yordania. Kita nggak punya memang. Kalau nggak punya boleh impor nggak? Ya boleh. Nah karena itu mahal takut teken tanda tangan. Kenapa? 'Ah nanti saya tanda tangan 3 tahun dibilang korupsi'," tutur Erick.

Oleh sebab itu Erick mengatakan dalam melakukan kesepakatan apapun harus didampingi oleh Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Supaya tadi jangan ada suudzon nanti di kemudian hari. Yang bisa akhirnya direksi nggak mau tanda tangan," tutupnya.

Simak Video: Erick Thohir Bakal Benahi Dana Pensiun BUMN yang Jadi Lahan Korupsi

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)