Erick Thohir Bicara Beda BUMN & Swasta, Singgung Harga BBM Pertamina-Shell

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 11 Des 2021 22:03 WIB
Ketua Umum KOI, Erick Thohir, saat memberikan keterangan terkait pengamanan penyelenggaraan Asian Games 2018, di Kantor KOI, Jakarta, Jumat (15/01/2016). Erik Thohir dengan tegas menyatakan kalau KOI dan 41 pengurus cabang olahraga di Indonesia sama sekali tidak terpengaruh dengan gangguan kecil yang sempat melanda Ibu Kota. Rengga Sancaya/detikcom.
Foto: Rengga Sancaya: Menteri BUMN Erick Thohir
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pelayanan publik dilakukan oleh BUMN. Hal inilah yang ditegaskan Erick Thohir sebagai perbedaan BUMN dengan swasta.

Misalnya perbedaan itu mulai dari berbagai bantuan sosial yang melibatkan BUMN terkait hingga subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"PLN kita menggarisnya 450 watt listrik. Hari ini kalau beli Pertamax. Kalau beli di Shell Rp 12 ribu kalau beli di Pertamina Rp 9 ribu. Artinya ada subsidi. Itu yang membedakan kita dengan dengan swasta. Ketika masker mahal Rp 200 ribu Kimia Farma jual Rp 5 ribu perak. Itulah kita harus dipetakan," kata Erick Thohir dalam Seminar di UINSA Surabaya, Sabtu (11/12/2021).

Kemudian, bank-bank BUMN mendapat penugasan menjadi bagian dalam menyalurkan bansos. Tidak hanya itu, Erick Thohir mengatakan ada juga yang digenjot membantu masyarakat untuk mendapatkan modal.

"BRI kita konsolidasikan lagi dengan PNM dan pegadaian. PNM itu pembiayaan ultra mikro buat ibu-ibu, pinjaman Rp 1 juta sampai Rp 4 juta. Kalau pegadaian itu uang cepat bisa meminjam itu sampai Rp 20-Rp 50 juta lebih. Tetapi kita konsolidasikan sampai menjadi kekuatan sendiri, lokomotif sendiri," ujarnya.

Lalu, pelayanan publik yang diperbaiki pemerintah salah satunya transportasi kereta api. Hal itu dilakukan demi pelayanan publik tetap berjalan, meski terdampak pandemi.

"Kereta api lagi COVID-19 penumpang hanya 15% kalo kita korporasi bangets, ya setop. mungkin ha? enggakan harus jalan. Lihat kereta api sekarang enak, bersih. Karena Dirutnya kita support jangan sampai berpikir ingin jadi Dirut Bank Mandiri," ucapnya

"Pimpinan pimpinan di BUMN juga jangan cemburuan, 'ah ngapain jadi Dirut Kereta Api, jadi Dirut Bank Mandiri untungnya gede. Kalau kereta Kereta Api padamu negeri.' Tapi artinya apa di harus dikompensasi kalau A dapat 100 dia dapat 100 dengan penilaian berbeda," tutupnya

Simak juga Video: Tjahjo Kumolo Ingin Bangun ASN Merdeka yang Bisa Pindah ke BUMN-Swasta

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)