Saran buat Pemerintah Agar Bawang Putih Lokal Menang Lawan Impor

Andika Tarmy - detikFinance
Rabu, 15 Des 2021 22:15 WIB
Petani bawang putih di Tegal
Foto: Imam Suripto/detikcom: Petani bawang putih di Tegal
Karanganyar -

Petani bawang putih protes terkait impor bawang putih yang masuk saat panen sehingga membuat harga anjlok. Menurut Ketua Komisi B DPRD Jateng, Sumanto, produksi bawang putih yang tak sebanding dengan kebutuhan nasional memaksa pemerintah memutar keran impor, tak hanya saat panen, namun bahkan sepanjang tahun.

Sumanto mengatakan hal tersebut menanggapi keluhan petani bawang putih saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi petani di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (14/12). Saat itu, petani curhat kepada Jokowi terkait impor bawang putih yang masuk saat panen sehingga membuat harga jual petani lokal anjlok.

"Bahwa setiap panen, impor bawang putih masuk itu memang betul. Tidak hanya pas panen bahkan sepanjang tahunpun keran impor bawang putih itu terbuka lebar," ujar Sumanto kepada detikcom, Rabu (15/12/2021).

Betapa tidak, lanjutnya, kebutuhan bawang putih nasional mencapai 540 ribu ton per tahun. Sementara produksi bawang nasional hanya berkisar 21 ribu ton per tahun.

"Jadi produksi bawang putih kita itu cuma 4 persen dari kebutuhan nasional. Dari 4 persen ini, 40 persennya disokong oleh Jawa Tengah," jelas ketua komisi B yang membidangi perekonomian ini.

Petani tidak mau menanam bawang putih karena merasa rugi. Pasalnya, petani selalu kalah jika harus berkompetisi dengan bawang impor.

"Keluhannya itu sudah lama. Kita kekurangan karena kita tidak bisa kompetisi, karena proteksi terhadap petani bawang putih itu kurang sehingga penghasilannya kurang. Sehingga petani lari menanam komoditas lain yang lebih menguntungkan," paparnya.

Sumanto mengatakan, kualitas bawang putih lokal perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan bawang impor. Sementara pemerintah perlu memberikan perlindungan terhadap petani.

"Mengapa ini (produksi bawang putih lokal) terus menurun? Karena petani merasa tidak menguntungkan, tidak bisa kompetisi," kata dia.

Simak video 'Jokowi Telepon Mendag Usai Dicurhati Petani Temanggung soal Impor Bawang':

[Gambas:Video 20detik]



Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik