BI Soroti Tingkat Kemiskinan di DIY, Begini Katanya

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 16 Des 2021 21:50 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia, lgo bank indonesia, bi, gedung bank indonesia di Jakarta
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Yogyakarta -

Bank Indonesia (BI) menyoroti tingkat kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Plt Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Miyono menilai tingkat kemiskinan tersebut terkait pengeluaran masyarakat yang rendah.

"Orang Yogyakarta kalau pengeluaran misalnya yang di Sleman, Bantul, Gunung Kidul mau sambal, (bahannya seperti) bawang, itu semua ada. Jadi pengeluarannya kecil, kalau pengeluarannya kecil dihitung sebagai suatu kemiskinan, akan sulit sekali di Yogyakarta itu menurunkan kemiskinan," terang Miyono dalam Media Gathering di Six Sense Restaurant, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (16/12/2021).

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Yogyakarta sebanyak 503,14 ribu penduduk atau 12,8% dari total penduduk. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 10,14% untuk periode sama.

Jika dilihat lebih rinci, tercatat penduduk miskin di wilayah perkotaan Yogyakarta meningkat sebanyak 5.500 orang menjadi 358,66 ribu orang. Sedangkan penduduk miskin di wilayah perdesaan berkurang sebanyak 2.100 orang, menjadi 147,8 ribu orang untuk periode sama.

Sedangkan indeks kedalaman kemiskinan meningkat menjadi 2,420 dan indeks keparahan kemiskinan meningkat menjadi 0,649. Dari hasil penghitungan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2021, BPS mencatat garis kemiskinan di Yogyakarta sebesar Rp 482.855 per kapita per bulan.

Sementara garis kemiskinan makanan tercatat sebesar Rp350.007 per kapita per bulan. "Semua orang ingin datang ke sini karena kalau datang ke sini rasanya enak, tetapi secara data tingkat kemiskinan kita memang masih tinggi," tandas Miyono.

(aid/hns)