Bos Perusahaan Ini Rela Habiskan Rp 357 M buat Kampanye Donald Trump

Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 17 Des 2021 09:49 WIB
Donald Trump lolos dari pemakzulan: Apa dampak bagi dirinya, Joe Biden, dan Amerika Serikat?
Foto: BBC World
Jakarta -

CEO MyPillow Mike Lindell mengatakan kepada CNBC bahwa dia siap bangkrut selama ia bisa membantu kampanye Donald Trump. Sebelumnya Trump pernah mengatakan bahwa dirinya dicurangi saat pemilu AS 2020 kemarin.

Karena itu hingga saat ini banyak pendukung Trump seperti Lindell yang masih mengklaim bahwa pada pemilu sebelumnya Trump dicurangi. Selain itu, mereka juga menjalankan kampanye untuk membuat perubahan pada sistem pemilu AS saat ini.

Bahkan sebelumnya Lindell mengatakan bahwa dirinya telah menghabiskan sekitar US$ 25 juta atau setara dengan Rp 375,5 miliar (kurs Rp 14.300/dolar AS) dari uangnya sendiri untuk keperluan bahan bakar kampanye Trump tersebut.

"Saya akan tetap membelanjakannya karena tidak ada hari esok. Kita kehilangan negara kita. Kami hanya memiliki dua jalan: apakah itu akan berubah sebelum pemilihan 2022 atau kami kehilangan negara kami selamanya. Saya akan menghabiskan setiap sen yang saya miliki, "kata Lindell kepada CNBC.

Melansir dari CNBC, Jumat (17/12/2021), menurut data dari situs web Celebrity Net Worth Lindell memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 50 juta atau setara dengan Rp 715 miliar. Namun dirinya telah menggunakan sebagian besar kekayaannya ini digunakan untuk mendukung Donald Trump.

Tidak hanya itu, perjuangan Lindell untuk membuat perubahan pada sistem pemilihan telah membebani pendapatan perusahaannya. MyPillow kehilangan sekitar US$ 80 juta atau setara dengan 1,1 triliun dalam penjualan setelah banyak pengecer menarik produk perusahaan ini dari rak penjualan.

Sebagai informasi, perlu diketahui bahwa pada 2022 mendatang Amerika Serikat (AS) akan melaksanakan pemilihan umum (pemilu) kongres. Pada pemilu 2022 mendatang, Trump mengatakan bahwa dirinya akan membantu Partai Republik untuk memenangi kursi dalam pemilihan kongres 2022.

Karenanya banyak diantara 'penggemar' setia Trump seperti Lindell yang mulai kembali menjalankan aksinya untuk mendukung mantan presiden AS yang satu ini. Meski demikian Trump tidak menjelaskan apakah dirinya akan maju sebagai capres untuk masa jabatan kedua pada 2024.



Simak Video "Elon Musk Berencana Izinkan Donald Trump Balik ke Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)