Sri Mulyani Jawab Curhat Wagub Jabar Soal Transferan Kurang Banyak

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 17 Des 2021 10:52 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bilang, bahwa Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebut dana transfer ke Jabar dari pemerintah pusat kurang banyak. Lantas apa kata Sri Mulyani?

Sri Mulyani mulanya menjelaskan bahwa Jawa Barat sebagai provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia mendapatkan manfaat dari penerimaan pajak, karena setiap rupiah yang dikumpulkan dari pajak dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk transfer ke daerah.

"Pak Uu tadi menyampaikan kurang banyak transfernya, berarti pajaknya harus lebih banyak lagi kita kumpulkan," katanya dalam Sosialisasi UU HPP di Bandung, ditayangkan secara langsung melalui saluran YouTube Direktorat Jenderal Pajak, Jumat (17/12/2021).

Pada kesempatan sebelumnya, Uu menyampaikan bahwa Jawa Barat adalah penyangga ibu kota negara. Jabar selalu mendapatkan efek domino dari hal-hal yang terjadi di ibu kota negara.

"Bukan hanya efek yang manfaat, yang mudharat pun kadang-kadang sampai ke wilayah Jawa Barat karena hal yang ada di ibu kota. Konektivitas begitu mudah, jalan tol ada, juga sekarang jalan Japek Layang, nanti mungkin ditambah lagi dengan adanya Kereta Cepat Indonesia-China/KCIC, kemudian udara pun begitu mudah antara Bandung dan Jakarta," tutur Uu.

Tetapi, lanjut dia, dekat dengan ibu kota negara tak menjamin kue pembangunan berlimpah ke wilayah Jawa barat. Bahkan beberapa program pembangunan di Jabar banyak yang belum rampung, mulai dari Tol Ciluenyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas), Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan Bendungan Leuwikeris.

Di sisi lain, dia berpendapat banyak program-program pembangunan nasional tapi tidak di Jawa Barat. Padahal kata Uu, Jabar adalah penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia.

"Banyak program-program nasional, pembangunan nasional yang tidak ada di wilayah Jawa Barat. Padahal Jawa Barat penduduknya 50 juta, penyumbang ekonomi terbesar, industri 21%, ekspor juga paling banyak, tapi inilah nasib Jawa Barat. Tapi mudah-mudahan dengan hadirnya Ibu Menteri Keuangan hari ini didampingi oleh para Anggota Dewan yang terhormat dan yang lainnya, di masa yang akan datang Jawa Barat akan berlimpah kue pembangunan dari tingkat nasional ke Jawa Barat," tambahnya.

(toy/eds)