197 Pulau di RI Bakal Jadi Kawasan Konservasi-Desa Wisata

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 17 Des 2021 16:16 WIB
Ilustrasi Wisatawan di Pantai Canggu Bali. Usai pemberlakuan PPKM di beberapa wilayah Indonesia, ternasuk Bali, kawasan wisata di pulau dewata Bali Mati total. Kini sedikit dan perlahan mulai hidup kembali.
Ilustrasi/Foto: Rac Haryanto
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap masih banyak pulau yang belum mendapatkan perhatian. Maka ditargetkan ada ratusan pulau yang akan menjadi tempat konservasi hingga menjadi desa wisata.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari mengatakan pihaknya mendapatkan mandat agar mengelola desa wisata bahari di pulau-pulau kecil. Hal ini dilakukan untuk menarik investasi dalam negeri maupun luar negeri.

"Kami ingin masyarakat di pulau konservasi bisa meningkat pendapatannya. Nanti kami akan berikan fasilitas dalam seperti bentuk kapal untuk membawa para wisatawan dan hal-hal lain yang bisa mendukung," katanya dalam konferensi pers, Jumat (17/12/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Muh. Yusuf mengungkap ada 197 pulau yang akan dimanfaatkan menjadi tempat wisata yang di atasnya akan ada resor. Pihaknya sudah menggaet 29 pengusaha untuk bekerjasama mengelola pulau-pulau tersebut.

"29 pengusaha itu mereka akan mengurus perizinan seusai UU 27, semua harus mendapatkan sertifikasi dan mendapatkan izin memanfaatkan pulau kecil, baik untuk PMA maupun PMDN. Jadi dikerjasamakan bukan dijual karena masih punya negara," ucapnya.

Kemudian, dia juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki 111 pulau terkecil dan terluar. KKP mengambil langkah untuk melindungi pulau terkecil dan terluar itu agar tidak diambil oleh pihak lain. Caranya dengan mensertifikatkan tahan-tanah di pulau tersebut.

"Kami sudah mensertifikatkan 47 pulau kemudian ada 57 sertifikat yang diterbitkan. Kenapa lebih karena dalam 1 pulau ada berbagai tanah yang juga milik penduduk setempat. Kami berupaya mensertifikatkan semua," tutupnya.

(eds/eds)