Erick Thohir Angkat Anak Buah Sri Mulyani Jadi Komisaris Sucofindo

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 20 Des 2021 08:43 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir telah mengukuhkan pengurus baru Forum Humas (FH) BUMN Periode 2021-2023.
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Perusahaan pelat merah, PT Sucofindo mengangkat Adi Budiarso sebagai komisaris. Hal itu berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan Kamis 16 Desember 2021 yang lalu.

Adi menggantikan komisaris sebelumnya Ilhamsyah. Pengangkatan Adi Budiarso dan pemberhentian dengan hormat Ilhamsyah sebagai Komisaris Sucofindo berdasarkan keputusan para pemegang saham Nomor: SK-402/MBU/12/2021 dan Nomor: 049/CORP/XII/2021.

Wakil I Menteri BUMN Pahala N. Mansyuri mengatakan bahwa pergantian komisaris ini bertujuan untuk melakukan penyegaran PT Sucofindo untuk terus bertumbuh menjadi perusahaan jasa survei terkemuka.

"Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ilhamsyah yang sudah berkontribusi besar selama ini terhadap Sucofindo. Kedua, tantangan ke depan semakin besar sehingga Sucofindo harus menjadi perusahaan yang agile untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat bersaing baik di dalam negeri maupun pasar global," ujar Pahala dalam keterangannya, Senin (20/12/2021).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mewakili pemerintah selaku pemegang saham BUMN melakukan penyegaran susunan Dewan Komisaris PT Sucofindo untuk meningkatkan kinerja perseroan.

Adi Budiarso meraih gelar Master Akuntansi dari Marshall Business School, University of Southern California, AS pada 2001. Kemudian meraih gelar doktor (Ph.D) Administrasi Bisnis dari University of Canberra pada 2014. Dia juga jebolan dari Harvard School of Public Policy pada 2019.

Selain menjadi Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK), Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan sejak 2020, Ari Budiarso juga menjadi Ketua Komite Penasihat Indonesia CPA Australia periode 2019 - 2022.

PT Sucofindo merupakan perusahaan inspeksi pertama di Indonesia dan didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956. Bisnis Sucofindo bermula dari jasa pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan membantu pemerintah dalam menjamin kelancaran arus barang dan pengamanan devisa negara.

Kemudian SUCOFINDO melakukan diversifikasi jasa di bidang, laboratorium analitis, keteknikan, audit, assessment, konsultansi, pelatihan dan berbagai kegiatan penunjang terkait, diantaranya di bidang pertanian, kehutanan, migas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru dan terbarukan, dan teknologi informasi.



Simak Video "Sri Mulyani soal Subsidi Rp 350 T: Agar Harga Listrik-BBM Tak Naik"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)