Sedih! Garuda Pangkas 2.400 Karyawan Selama Pandemi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 20 Des 2021 21:00 WIB
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) datangkan pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan haji mulai Agustus 2015. Hari ini maskapai pelat merah itu menerima B777-300ER ketujuhnya di Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF), kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang luar biasa pada dunia usaha, khususnya pada industri penerbangan. Gara-gara pandemi, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sampai mengurangi ribuan karyawannya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, Garuda telah melakukan pengurangan pegawai, dari sebelumnya 7.891 pegawai menjadi sekitar 5.400 pegawai. Artinya, ada pengurangan sekitar 2.491 pegawai.

"Tahun 2020 dari mulai Januari sampai bulan November tahun ini kita sudah menurunkan jumlah pegawai sebesar 30,56% dari 7.891 pegawai menjadi 5.400-an pegawai," katanya dalam acara Public Expose, Senin (20/12/2021).

"Yang ingin saya sampaikan adalah kita lakukan itu dengan cara-cara yang sangat santun, dengan cara menekan jumlah pegawai, tapi tentu saja taat terhadap peraturan yang ada di negara ini," sambungnya.

Langkah tersebut membuat biaya yang dikeluarkan Garuda setiap bulannya mengalami penurunan. Irfan menuturkan, terjadi pengurangan biaya dari sebelumnya US$ 16 juta per bulan menjadi US$ 6 juta per bulan.

"Sementara dari cost ini ada penurunan di bulan Januari 2020 sebesar US$ 16 juta per bulan menjadi hanya US$ 6 juta per bulan di Oktober," katanya.

Selain pengurangan karyawan, Garuda juga melakukan efisiensi melalui pemotongan gaji. Pemotongan gaji ini terjadi di semua lini termasuk direksi dan komisaris.

"Jadi kenapa cost ini bisa turun selain terjadi penurunan jumlah pegawai, kita juga menurunkan pemotongan gaji, di semua lini, termasuk direksi dan komisaris dan khusus kalau Anda sampaikan mengenai jumlah pilot yang turun seperti biasa aja, yang biasa-biasa aja. Ada penurunan jumlah pilot yang lumayan besar, saya tidak ingin katakan jumlahnya tapi udah lebih dari dari 200-an orang dan kita saat ini memberlakukan periode kerja secara bergilir," paparnya.