Kemenhub Sebut Ganjil Genap Nataru Situasional, Ada Penyekatan?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 21 Des 2021 08:08 WIB
Uji coba ganjil-genap mulai diberlakukan di Jalan Margonda Raya, Depok. Hari kedua penerapan gage, masih ada beberapa warga yang belum tahu aturan itu.
Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA
Jakarta -

Libur Natal dan Tahun Baru tinggal menghitung hari. Pemerintah telah memberikan pelonggaran pada kebijakan ganjil genap.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menjelaskan jika pemerintah telah merumuskan dan membahas terkait kebijakan tersebut.

Namun kebijakan akan dilakukan secara situasional tergantung Polri. Budi menjelaskan, jika memang tak ada kebutuhan mendesak untuk pemberlakuan ganjil genap ini maka tak akan diberlakukan. "Kalau butuh ya bisa diberlakukan, tapi dilihat kondisinya juga," jelas dia.

Dalam Surat Edaran No. SE 109 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat Selama Masa Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 pada Masa Pandemi COVID-19 yang dirilis Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Ada beberapa mobil barang yang akan dialihkan dari jalan tol ke jalan nasional.

Pengalihan arus lalu lintas mobil barang pada ruas jalan tol dialihkan ke jalan nasional (jalan arteri) dilaksanakan oleh Polri berdasarkan situasi dan kondisi lalu lintas melalui manajemen operasional lalu lintas.

Pengalihan arus lalu lintas operasional mobil barang itu berlaku untuk mobil barang dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kilogram, mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, kereta tempelan, kereta gandengan serta mobil barang untuk mengangkut bahan galian (tanah, pasir dan/atau batu), bahan tambang, atau bahan bangunan.

Ganjil Genap di Puncak, Bogor

Kabid Pengawasan Dishub Kabupaten Bogor, Bisma Wisuda, mengatakan petugas gabungan dari kepolisian, TNI, hingga Pemkab Bogor akan melakukan penjagaan di pintu keluar Tol Ciawi dan Cigombong.

"Cigombong dan exit tol Ciawi," ujar Bisma.

Dia mengatakan kendaraan dengan pelat tidak sesuai tanggal akan diminta berputar balik. Selain di Ciawi dan Cigombong, petugas akan berjaga di kawasan Gadog.

"Iya gitu, Mas, hasil rapat dengan Polres juga demikian. Nanti di Gadog kita saring lagi, yang mau ke arah Puncak," ujarnya.

Penjagaan akan dilakukan selama 24 jam di titik pengecekan mulai 20 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Simak Video: Kemenhub Sebut Tak Ada Penyekatan di Nataru Tahun Ini! Tapi...

[Gambas:Video 20detik]




(kil/zlf)