Inflasi Membaik
Sektor Riil Diharap Segera Maju
Selasa, 02 Mei 2006 11:49 WIB
Jakarta - Inflasi bulan April tercatat sebesar 0,05 persen, yang merupakan terendah dalam tiga tahun. Dengan semakin menurunnya inflasi, sektor riil diharap bisa kembali tumbuh.Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengkajian Ekonomi, Keuangan dan Kerja sama Internasional (Bapekki) Anggito Abimanyu di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Selasa (2/5/2006)."Dengan ongkos yang turun, inflasi yang turun, kita harapkan sektor riil bergerak. Kondisi ekonomi sudah membaik, ekspektasi inflasi terus menurun. Kita harapkan sektrop riil berjalan. Inflasi itu kan cost buat sektor riil, kalau inflasi turun berarti cost-nya turun," ujarnya.Selain inflasi, suku bunga merupakan salah satu dari sekian banyak elemen biaya yang harus ditanggung sektror riil. Bank Indonesia tentunya punya strategi apakah akan menurunkan suku bunga atau tidak."BI tahu kapan dia bergerak, kapan menyeimbangkan antara kebutuhan stabilisasi ekonomi makro dan (memberikan) dorongan bagi sektor riil," katanya.Kondisi ekonomi yang cukup meyakinkan buat sektor riil juga muncul dari penguatan rupiah. Dengan adanya penguatan rupiah, barang-barang produksi yang delama ini diimpor harganya turun."Barang yang diimpor lebih murah. Barang itu dipakai untuk kebutuhan kita, banyak barang yang diproduksi menggunakan barang impor," kata pria yang senang bermain voli
(qom/)











































