Pengusaha Ngaku Rugi Rp 2,8 T Gegara Gedung-Rumah Digerogoti Rayap

Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 22 Des 2021 17:05 WIB
Bank Dunia memprediksi laju pertumbuhan ekonomi RI tumbuh 4,4% di tahun 2021. Hal itu didasarkan pada peluncuran vaksin yang efektif pada kuartal pertama 2021.
Ilustrasi Gedung/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Rayap merupakan salah satu hama yang dapat sangat merugikan kehidupan kita sehari-hari. Sebab rayap biasa bersarang di dan memakan kayu perabotan atau kerangka rumah sehingga menimbulkan banyak kerugian secara ekonomi.

Menurut Boyke Arie Pahlevi, Direktur perusahaan pengendali hama (pest control) Riztra, kerugian yang diakibatkan oleh hama rayap di Indonesia bisa mencapai triliunan rupiah. Aktivitas rayap sebagai hama, baik pada perumahan, bangunan gedung, perkebunan dan kehutanan telah menimbulkan kerugian yang sangat besar.

"Kami memperkirakan, kerugian ekonomis yang ditimbulkan oleh rayap secara nasional sebesar Rp 2,8 triliun setiap tahunnya," ungkap dia dalam keterangannya, Rabu (22/12/2021).

Menurutnya, kondisi iklim dan tanah di Indonesia sangat mendukung kehidupan rayap. Hampir 70% wilayah di Indonesia berpotensi terhadap serangan rayap.

"Selama dua dekade terakhir, ratusan perusahaan pengendali rayap telah banyak berdiri . Ratusan miliar rupiah dana telah digunakan untuk pengendalian serangga itu, termasuk penelitian dan pengembangan inovasi teknologi produk-produk antirayap," kata dia.

Oleh sebab itu, sebagai salah satu bentuk penanggulangan hama rayap ini, perusahaan pengendali hama (pest control) Riztra bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sistem Proteksi Bangunan Paska Konstruksi dan Tanaman dari Serangan Serangga Perusak Kayu.

Riset ini bertujuan untuk membuat kajian mengenai sistem proteksi dan penanggulangan yang efektif dan efisien terhadap hama rayap yang sangat merugikan. Sehingga ke depannya bangunan-bangunan yang ada dapat lebih tahan rayap sehingga meminimalkan jumlah kerugian akibat hama ini secara ekonomi.

Adapun penandatanganan kerja sama itu dilakukan secara langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Riset Biomaterial BRIN, Akbar Hanif Dawam Abdullah dan Direktur Riztra, Boyke Arie Pahlevi di Cibinong, Rabu (22/12/2021).

"Adanya sinergi riset antara BRIN dengan Riztra menjadi startegis untuk diwujudkan melalui skema kerjasama penelitian dan pengembangan untuk menekan kerugian serta menemukan sistem proteksi yang efektif terhadap hama rayap," jelas Akbar.



Simak Video "Penampakan Gedung Ambruk di Prancis, Ibu-Bayi Berhasil Dievakuasi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)