ADVERTISEMENT

Waspada! Ada 3 'Pengusik' Ekspor RI di 2022

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 23 Des 2021 13:42 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Selama Januari 2020, ekspor nonmigas ke China mengalami penurunan USD 211,9 juta atau turun 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan 21,77 persen (yoy).
Ekspor RI
Jakarta -

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkap ada tiga hal yang akan mengganggu ekspor Indonesia di 2022. Menurutnya hal ini harus diwaspadai meskipun tahun ini trennya sudah positif. Pertama, masalah tapering yang akan menyebabkan naiknya suku bunga dan perpajakan di dunia.

"Dengan begitu, mereka harus mencari sumber baru daripada hal tersebut. Amerika Serikat (AS) akan menaikkan setidaknya 3 kali daripada suku bunga di masa yang datang. Ini akan mengganggu perdagangan,"dalam acara Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021 Oleh Menteri Perdagangan, Kamis (23/12/2021).

Kedua, masalah krisis energi yang harus diwaspadai. Sebagai gambaran, saat harga batu bara meroket ke level US$ 250 menyebabkan pabrik-pabrik batu bara di dunia memotong jam kerjanya. Hal itu menyebabkan pasokan menipis.

"Ini kita harus berhati-hati dengan adanya krisis energi. Seperti ketika saat baru bara di harga US$ 250 banyak pabrik di dunia terutama di China dan India memotong lama kerja dari pada pabriknya biasanya 3 shift menjadi 32 shift," jelasnya.

Ketiga, krisis logistik. Meski saat ini krisis sudah mulai melandai, tetapi masalah sebelumnya harus menjadi pelajaran. Masalah yang dimaksud Lutfi ialah saat terganggunya aktivitas pelabuhan AS yang akhirnya mengganggu pengiriman barang.

"Saat itu orang-orang takut tidak bisa natal karena ditakutkan tidak ada barang di toko untuk sebagai hadiah. Itu sudah teratasi dan terurai. Mudah-mudahan masalah ini bisa selesai dalam waktu singkat tadinya rencananya pada kuartal II atau III baru beres. Mudah-mudahan bisa dipercepat oleh komitmen Amerika Serikat," tutupnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT