Kena 'Anies Effect', Buruh Banten Tuntut Gubernurnya Revisi UMP!

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 23 Des 2021 18:15 WIB
Gubernur Banten lapor Jokowi gegara ruang kerjanya diduduki buruh
Buruh Banten Tuntut Kenaikan Upah
Jakarta -

Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang merevisi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) wilayahnya dari 0,85% menjadi 5,1% ternyata memberikan efek bagi provinsi lainnya, contohnya Banten.

Karena langkah tersebut, sejumlah buruh di Provinsi Banten juga menuntut hal yang sama. Bahkan, massa buruh melakukan aksi hingga menggeruduk masuk ke kantor Gubernur Banten Wahidin Halim. Mereka masuk ke ruang kerja gubernur dan sempat menjarah minuman dan makanan di ruang itu.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Banten Nana Supiana mengatakan para buruh menuntut kenaikan UMP dan UMK di Banten. Mereka mendesak agar ada kenaikan UMP-UMK yang telah ditetapkan oleh Gubernur Banten.

Pihak Pemprov sebelumnya mengaku akan memfasilitasi untuk bertemu dengan Disnaker dan Sekda Banten. Tapi, mereka bersikukuh ingin bertemu dengan gubernur.

"Jumlah personel mengantisipasi berjaga dari rekan-rekan dari kepolisian Satpol PP jumlahnya tidak sebanding. Jebol lah pintu pagar depan itu karena kekuatan tidak sebanding mereka berhasil masuk sekretariat daerah sampai titik sasarannya ruang kantor gubernur," kata Nana dikonfirmasi detikcom, Rabu (22/12) kemarin.

Salah seorang perwakilan buruh, Intan Indria Dewi, meminta Wahidin Halim untuk bisa mengikuti langkah yang dilakukan oleh Anies Baswedan. Mereka ingin UMP di wilayahnya juga direvisi.

"Rencananya bertahan sampai menemui kita di sini. bahwa hanya gubernur Banten saja yang tidak pernah menemui saat aksi. Bahkan DKI Jakarta merevisi UMP dan seharusnya gubernur Banten melihat itu," ujar Intan.

Wanti-wanti ketua KSPI soal kenaikan UMP di halaman berikutnya.