Daftar Pengemplang BLBI yang Telah Dipanggil Satgas, Tommy Soeharto Mangkir

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 24 Des 2021 10:49 WIB
Infografis obligor 48 BLBI
Daftar Pengemplang BLBI

6. Kwan Benny Ahadi

Pada 9 September, Satgas BLBI memanggil Kwan Benny Ahadi. Obligor ini berutang Rp 157.728.072.143,47. Dia memenuhi panggilan secara virtual dari Kedutaan Besar RI di Singapura.

7. Setiawan Harjono (Steven Hui) dan Hendrawan Harjono (Xu Jing Nan)

Keduanya dipanggil pada 9 September 2021. Mereka memiliki utang Rp 3.579.412.035.913,11 dalam rangka PKPS PT Bank Asia Pasific (Aspac). Keduanya kompak tidak hadir.

8. Nirwan Bakrie Cs

Nirwan Bakrie dan Indra Bakrie dipanggil bersama Andrus Roestam Moenaf, Pinkan Warrouw, dan Anton Setianto dari PT Usaha Mediatronika Nusantara. Atas nama perusahaan mereka memilki utang kepada negara sebanyak Rp 22,6 miliar.

Sayangnya nama-nama tersebut tidak ada yang hadir langsung saat pemanggilan 17 September 2021, melainkan diwakili oleh Sri Hascaryo dari Bakrie Grup. Dia disebut menerima kuasa dari Nirwan Dermawan Bakrie.

9. Obligor/debitur atas nama Thee Ning Khong diwakili putranya. Jumlah utang yang ditagih sebesar Rp 90.667.982.747.

10. Obligor/debitur atas nama The Kwen Le. Dia hadir memenuhi panggilan untuk mempertanggungjawabkan utang senilai Rp 63.235.642.484.

11. Obligor/debitur atas nama PT Jakarta Kyoei Steel Works L.td, Tbk. Dia juga hadir memenuhi panggilan untuk membicarakan penagihan utang Rp 86.347.894.759.

12. Obligor/debitur atas nama PT Jakarta Steel Megah Utama hadir memenuhi panggilan Satgas BLBI menyangkut penagihan utang Rp 69.080.367.807.

13. Obligor/debitur atas nama PT Jakarta Steel Perdana Industry hadir memenuhi panggilan. Dia memiliki utang berjumlah Rp 69.337.196.123.

14. Suyanto Gondokusumo

Satgas BLBI pada Jumat 24 September 2021 memanggil Suyanto Gondokusumo, selaku debitur/obligor yang memiliki urusan utang piutang dengan negara. Kehadirannya diwakilkan oleh kuasa hukumnya, Jamaslin James Purba.

Satgas BLBI memanggil Suyanto untuk menyelesaikan hak tagih negara dana BLBI setidak-tidaknya Rp 904.479.755.635,85 atau Rp 904,47 miliar dalam rangka penyelesaian kewajiban pemegang saham (PKPS) Bank Dharmala.


(fdl/fdl)