Warga Jabar di Daerah Ini Diminta Waspada Longsor dan Banjir Bandang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 25 Des 2021 21:00 WIB
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono/Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB
Jakarta -

Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat Jawa Barat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana gerakan tanah/tanah longsor dan banjir bandang agar mengintensifkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana gerakan tanah/tanah longsor dan banjir bandang. Kewaspadaan ini menjelang puncak musim hujan pada Januari-Maret 2022.

"Hari Jumat, 24 Desember 2021 kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, menjelang puncak musim hujan pada periode Januari-Maret 2022, agar Provinsi Jawa Barat mengintensifkan mitigasi bencana," ujar Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono dalam keterangannya, Sabtu (25/12/2021).

Selanjutnya Badan Geologi, Kementerian ESDM membuat peta potensi terjadi gerakan tanah bulan Januari 2022 berdasarkan overlay peta zona kerentanan gerakan tanah (Badan Geologi) dan Peta Prakiraan Musim Hujan Pada Bulan Januari 2022 (BMKG).

"Hasil overlay diperoleh menunjukkan Jawa Barat mempunyai potensi tinggi terjadi gerakan tanah/tanah longsor dan banjir bandang," lanjut Eko.

Berkaitan potensi terjadi gerakan tanah/tanah longsor dan banjir bandang pada menjelang puncak musim hujan tersebut, Badan Geologi mengimbau Pemerintah Daerah di Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang dan Kabupaten Cirebon) serta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana gerakan tanah/tanah longsor dan banjir bandang agar mengintensifkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana gerakan tanah/tanah longsor dan banjir bandang.

"Masyarakat yang tinggal didaerah potensi terjadi gerakan tanah tinggi atau didaerah rawan gerakan tanah/tanah longsor dan banjir bandang, seperti di lembah sungai, bantaran sungai, alur sungai, serta masyarakat yang tinggal pada dan di bawah tebing agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tanah longsor, banjir bandang dan aliran bahan rombakan," jelasnya.

Masyarakat juga diminta Eko agar tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab dan berita hoax terkait kebencanaan dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang, yakni Badan Geologi, BMKG dan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

"Untuk Provinsi lainnya yang mempunyai potensi gerakan tanah tinggi lainnya, dapat dilihat pada peta prakiraan potensi gerakan tanah bulan Januari 2022, agar meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk mengantisipasi ancaman gerakan tanah/ tanah longsor dan banjir bandang," tutup Eko.

Selanjutnya untuk mendapatkan informasi resmi mengenai potensi bencana gerakan tanah/longsor dan banjir bandang dapat diperoleh melalui aplikasi/Website resmi kementerian/Lembaga yang mempunyai tupoksi kebencanaan seperti Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram pvmbg); InfoBMKG: bmkg.go.id, media sosial BMKG (Facebook, Twitter, dan Instagram bmkg): inarisk.bnpb.go.id.

(ara/fdl)