ADVERTISEMENT

Balada Harga Bahan Pokok Meroket tapi Upah Minimum Naik Tipis

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 07:00 WIB
Pasca Lebaran, harga bahan pangan berangsur turun. Salah satunya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/6).
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna

Pendapatan Naik Tipis

Sementara bagi kalangan menengah ke bawah akan makin terbebani dengan adanya kenaikan harga tapi upah tak kunjung membaik. "Harga relatif naik pendapatan juga naik tipis, apa bisa mengantisipasi kenaikan harga? Orang yang miskin ya akan makin sulit," katanya.

Di sisi lain, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyatakan kenaikan upah tidak mampu untuk mengimbangi kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi ancaman bagi para pekerja kelas menengah dan menengah ke bawah.

Bila hal ini terus terjadi, menurutnya dapat membuat para pekerja tetap jatuh miskin meskipun memiliki pekerjaan dan upah yang tetap.

"Ya kalau kenaikan upah minimumnya kecil sekali, sementara harga barang terlampau mahal maka ini ancaman serius bagi kelas menengah rentan. Seakan pekerja itu dapat upah, tapi bisa masuk kategori miskin," ungkap Bhima kepada detikcom.

Bhima menilai kenyataan yang harus dihadapi masyarakat ini dapat membuat banyak kemiskinan terselubung di tahun depan. Orang miskin itu adalah para pekerja yang bukan pengangguran dan memiliki upah, namun tak mampu memenuhi biaya hidup.

"Jadi orang miskin itu bukan karena tidak bekerja atau pengangguran, tapi dia bekerja sementara pendapatan yang diterima tidak cukup untuk biaya hidup. Gawat kalau begitu ada kemiskinan terselubung tahun depan," ungkap Bhima.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT